Connect with us

Natuna

Tol Laut Belum Maksimal, Pengusaha Natuna Keluhkan Keterbatasan Reefer Container

Published

on

IMG 20251218 WA0059

Natuna, Kabarbatam.com – Pelayanan tol laut dinilai belum berjalan optimal, khususnya dalam mendukung pengiriman barang menggunakan reefer container (kontainer berpendingin). Kondisi ini dikeluhkan sebagian pelaku usaha logistik di Natuna karena kerap menghambat distribusi barang yang membutuhkan pengaturan suhu.

Kepala Cabang PT Sarana Bandar Logistik (SBL) Natuna, Raswanto, mengatakan persoalan logistik berpendingin di Natuna telah lama menjadi pembahasan, termasuk dalam forum bersama DPRD setempat. Namun hingga kini, solusi konkret belum juga terealisasi.

“Kendala utama ada pada pengiriman barang dengan temperatur pendingin. Ini sudah sering dibicarakan, tapi belum ada jalan keluar,” ujar Raswanto, Rabu (17/12).

Raswanto menjelaskan, saat ini SBL Natuna hanya memiliki tiga unit box pendingin serta 18 unit truk untuk pengangkutan JPT Pelni Logistik. Sementara itu, ketersediaan reefer container pada layanan tol laut di Pelabuhan Selat Lampa masih sangat terbatas.

Kendala ini terutama pelaku usaha perikanan yang membutuhkan pengiriman ikan berpendingin.

“Tol laut hanya memiliki tujuh reefer container. Kapal yang masuk juga hanya bisa membawa tujuh kontainer, dibagi antara Tarempa dan Natuna, kadang tiga ke Tarempa dan empat ke Natuna, atau sebaliknya,” kata dia.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi membuat tol laut kewalahan, terutama jika distribusi barang dari Natuna terus meningkat. Apalagi, pemerintah saat ini tengah membentuk Koperasi Merah Putih yang ke depan diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan transportasi logistik.

“Ini harus dibahas bersama antara pemerintah dan para pemangku kebijakan daerah. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, distribusi bisa semakin tersendat,” ujarnya.

Untuk menambah kapasitas angkutan logistik, Raswanto menyebut pihaknya telah berencana menginvestasikan dua unit truk Fuso FE 84 dengan kapasitas angkut 10 hingga 12 ton yang dioperasikan melalui kapal Roro dengan tujuan Batam dan Sintete. Langkah ini dilakukan guna memperkuat jasa pengangkutan logistik di Natuna. (Man)

Advertisement

Trending