Batam
Diduga Ilegal, Polsek KKP Batam Sita 760 Tabung LPG 3 Kg dan Dua Truk Pengangkut
Batam, Kabarbatam.com – Sebanyak 760 tabung gas bersubsidi, LPG 3 Kg, yang diangkut oleh dua unit truk pengangkut tabung gas milik PT. Sarana Jaya Nusa diamankan unit Reskrim Polsek KKP di Pelabuhan Rakyat Pak Amat, Sekupang, Sabtu (17/4/2021) sekira pukul 12.00 WIB.
Ratusan tabung gas bersubsidi elpiji 3 Kg ini, rencananya akan didistribusikan ke Pulau Belakangpadang melalui jalur Pelabuhan Rakyat Pak Amat, Sekupang.
“Menurut keterangan dari kapten kapal bahwa tabung gas yang dibawanya merupakan milik seorang pengusaha berinisial J yang berada di Belakangpadang,” ungkap Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam, AKP Budi Hartono.
Untuk sememtara polisi mengamankan dua mobil truk milik PT. Sarana Jaya Nusa, satu buah kapal kayu yang mengangkut tabung gas 3 Kg, serta menyita 760 tabung gas ukuran 3 Kg.
Selanjutnya, unit Reskrim Polsek KKP melakukan police line terhadap kapal dan tabung gas 3 kg tersebut guna proses penyelidikan.

“Sementara kita pasang police line guna proses penyelidikan lebih lanjut dan hingga dokumen tabung gas tersebut dapat diperlihatkan kepada pihak penyidik atau penyidik pembantu,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Polsek Kawasan Pelabuhan Batam mengamankan ratusan tabung gas bersubsidi elpiji 3 kg yang diduga tidak dilengkapi izin saat hendak didistribusikan ke Pulau Belakangpadang, Sabtu (17/4/2021) di Pelabuhan Rakyat Pak Amat, Sekupang.
Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam, AKP Budi Hartono saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (17/4/2021) siang.
“Ya benar, kita telah mengamankan tabung gas bersubsidi elpiji 3 Kg sebanyak 2 truk saat hendak dimuat ke dalam spead boat,” ungkap AKP Budi Hartono.
Disampaikan Budi, ratusan barang bukti tabung gas elpiji 3 Kg diamankan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya aktivitas jual beli tabung gas ke Pulau Belakangpadang yang diduga ilegal.
Lanjut, Budi menyampaikan, untuk tahapan selanjutnya pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara detail dan bila terbukti menyalahi aturan yang berlaku, kasus tersebut akan dilimpahkan ke Bea Cukai Batam.
“Untuk sementara kita periksa dan bila terbukti bersalah, maka akan kita limpahkan ke Bea Cukai Batam,” terangnya.
Dijelaskan Budi Hartono, Pulau Belakang Padang seharusnya memiliki kuota tersendiri untuk tabung gas bersubsidi elpiji 3 Kg, namun dalam kasus ini, pihaknya akan mendalami lebih lanjut.
“Untuk sementara kita Police Line dahulu, bila memang hasil pemeriksaan barang tersebut dilengkapi dengan izin yang ada dan tidak menyalahi aturan, tentu akan kita bebaskan. Namun, jika itu terbukti bersalah maka kita akan limpahkan ke Bea Cukai Batam guna proses lebih lanjut,” pungkasnya. (Atok)
-
Headline2 hari agoYukk..Saksikan! Gubernur Ansar Jabarkan Strategi Bangun KPBPB Bintan dan Karimun Besok Pagi di MetroTV
-
Batam1 hari agoPenyelundupan 12 Ribu Batang Kayu Bakau ke Singapura Digagalkan Ditpolairud Polda Kepri
-
Batam2 hari agoPerbaikan Konstruksi Selesai, Jalan Vista Kembali Bisa Digunakan Masyarakat
-
Batam2 hari agoPeringati Hari Bumi 2026, Amsakar: Jadikan Tanjung Banon Wilayah yang Sejuk dan Nyaman
-
Batam2 hari agoTriwulan I 2026, Investasi di Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen
-
Bintan2 hari agoBupati Roby Ekspose Kesiapan Implementasi Manajemen Talenta ASN di BKN RI
-
Batam2 hari agoGema Batam Asri Digelar di Rempang Eco City: Amsakar Achmad Tekankan Aksi Nyata Jaga Lingkungan
-
Batam11 jam agoPengurus AMSI Kepri 2025–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Media Digital Berkualitas



