Tanjungpinang
Gubernur Ansar Minta Kepala BP Bintan dan Karimun Kerja Keras Pacu Investasi
Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menekankan jika Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) harus dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan ekonomi di Kepri. Percepatan investasi di KPBPB-BBK diyakini Gubernur Ansar merupakan salah satu utama untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
Penekanan tersebut disampaikan Gubernur Ansar saat menyerahkan SK Personel Badan Pengusahaan Bintan Wilayah Kabupaten Bintan dan SK Plt. Kepala Badan Pengusahaan Karimun di Ruang Kerja Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (4/1/2021).
Gubernur Ansar sebagai Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan pada kesempatan tersebut menyerahkan SK kepada Farid Irfan Siddik sebagai Kepala BP Bintan Wilayah Kabupaten Bintan. Lalu sebagai Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun, Gubernur Ansar juga menyerahkan SK kepada Faisal Rizal sebagai Plt. Kepala BP Karimun.
Dilanjutkan oleh Gubernur, KPBPB yang ditetapkan oleh pemerintah pusat di Bintan dan Karimun merupakan keistimewaan yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh daerah. Sebab banyak stimulus dan kemudahan yang diberikan untuk menunjang gairah perekonomian di kawasan tersebut.
“Kita ditugaskan untuk memfasilitasi usaha-usaha percepatan investasi melalui kawasan-kawasan perdagangan bebas, maka tidak ada kata lain kita semua harus berkerja keras,” ujar Gubernur.

Sebagai Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Bintan dan Karimun, Gubernur mengungkapkan dirinya selalu mendukung penuh untuk memfasilitasi berbagai investasi yang akan masuk ke Bintan dan Karimun. Khusus Batam, Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dipegang oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Apapun investasi yang akan masuk, kita wajib mendukungnya. Selalu berkoordinasi dengan kepala daerah, saya akan selalu memantau peluang investasi yang ada sampai berhasil,” lanjutnya.
Percepatan investasi di daerah sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Sebab dari investasi berbagai indikator perekenomian lainnya akan ikut meningkat seperti lapangan pekerjaan, neraca perdagangan, dan daya beli masyarakat.
Kepada Kepala BP Kawasan Bintan dan Karimun yang baru ditunjuk, Gubernur menginstruksikan untuk segera memulai kerja secepatnya agar investasi yang sedang diproses segera dapat direalisasikan.
“Masyarakat menunggu hasil kinerja kita, segera lakukan langkah-langkah strategis percepatan investasi, saya akan mengevaluasi hasil kinerja saudara sekalian,” tutup Gubernur.
Selain penyerahan SK, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada Sekretariat Dewan Kawasan sebesar Rp10,4 miliar, BP Kawasan Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Rp83,9 miliar, BP Kawasan Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang Rp69,4 miliar, dan BP Kawasan Kabupaten Karimun sebesar Rp84,7 miliar.
Turut hadir dalam acara tersebut Pj. Sekda Provinsi Kepri Lamidi, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan, Asisten II Pemprov Kepri Syamsul Bahrum, Staf khusus Gubernur Kepri Suyono Saeran, dan sejumlah kepala OPD Pemerintah Provinsi Kepri.(jlu)
-
Natuna1 hari agoPemkab Natuna Perketat Pengawasan Dana Desa, Dua Kades Diberhentikan Sementara
-
Headline1 hari agoWarga Batam Kini Bisa Terbang Langsung ke Kuala Lumpur, Harga Mulai Rp899 Ribuan
-
Batam4 jam agoKebakaran Hebat Landa Pusat Kuliner Mega Legenda, Warga Panik dan Berhamburan
-
Batam2 hari agoKolaborasi KJK, Pemko Batam, Dunia Usaha dan Elemen Masyarakat Bersihkan Pantai Lagorap Nongsa
-
Batam2 hari agoAmat Tantoso: Media Harus Jeli Membaca Peluang di Tengah Gejolak Global
-
Bintan1 hari agoDua Pekerja Terseret Arus di Perairan Pulau Poto Bintan: Satu Orang Meninggal, Satu Lainnya Dalam Pencarian
-
Headline1 hari agoNyari Tempat Santai Sambil Dengar Musik, ke Kedai Kopi Rakyat Tanjungpinang Aja: Ini Lokasinya
-
Batam13 jam agoOmbudsman Kepri Minta Pemerintah Ungkap Aktor Penyelundupan 1.897 Ton Beras Ilegal di Karimun



