Connect with us

Batam

Antisipasi Pemadaman Bergilir, PLN Batam Bakal Bangun Trafo Baru di Kaveling Senjulung Kabil

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20231109 Wa0024
Peninjauan lokasi pembangunan trafo baru di Fasum RT 04/RW 11, Kaveling Senjulung, oleh PLN Batam bersama Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin.

Batam, Kabarbatam.com – Merespon keluhan masyarakat Kaveling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa terkait pemadaman listrik yang terjadi beberapa hari ini, PLN Batam dalam waktu dekat akan membangun gardu trafo baru di area pemukiman warga.

Diketahui, pemadaman listrik nyaris setiap hari terjadi di wilayah Kaveling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa. Hali ini disebabkan oleh tingginya konsumsi pemakaian daya hingga trafo PLN Batam di pemukiman warga tersebut mengalami overload.

Assisten Manager Korektif PLN Batam Bontor menjelaskan, trafo Senjulung 1 terjadi beban puncak mencapai 110 persen sehingga mengakibatkan trip. Pengurangan beban jurusan, merupakan alternatif utama untuk menghindari padamnya aliran listrik secara meluas.

“Jika hal itu tetap kita paksakan maka mengakibatkan kerusakan pada trafo. Bila beban diatas 85 persen secara terus menerus dapat memperpendek usia trafo dan memakan waktu cukup lama agar aliran listrik dapat kembali normal,” ungkap Bontor saat meninjau titik lokasi pembangunan gardu trafo baru di Fasum RT 04/RW 11, Kaveling Senjulung, Kamis (9/11/2023).

Bontor menyampaikan, pada tahun 2021 lalu PLN Batam telah menyurati pemerintah setempat untuk pemberian lahan pembangunan travo sisipan. Namun, hal itu belum terealisasi sehingga mengakibatkan kelebihan kapasitas daya seperti saat ini.

“Saat ini kita kembali berkoordinasi dengan pemerintah setempat di fasilitasi oleh anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin dan allhamdulilah kita mendapatkan alokasi lahan di belakang fasum RT 04/Rw 11, Kaveling Senjulung,” ujarnya.

Setelah mendapatkan titik lokasi pembangunan trafo baru, PLN Batam secepat mungkin melakukan pembangunan untuk mengurangi beban daya trafo Senjulung 1 dan pengurangan beban daya trafo Senjulung 2.

Img 20231109 Wa0025

“Nantinya, beban daya pada trafo Senjulung 1 dan Senjulung 2 akan kita bagi dan kita pusatkan pada trafo yang baru kita bangun sehingga dapat terakomodir serta tidak ada lagi pemadaman aliran listrik,” tuturnya.

Untuk saat ini, kata Bontor, kapasitas trafo maksimum 400 kVA. Dari jumlah kapasitas 400 kVA setara perpasangnya mencapai 577 ampere, sementara sekarang pembebanannya sudah 623 ampere.

“Jumlah beban 623 ampere tentu sudah melebihi kapasitas trafo di Kaveling Senjulung sehingga terjadi trip dan pemadaman listrik di rumah-rumah warga. Oleh karena itu, kami upayakan secepat mungkin dapat terealisasi pembangunan trafo baru untuk Kaveling Senjulung,” terangnya

Di waktu yang sama, saat meninjau lokasi Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin menuturkan, bahwa titik lokasi pembangunan trafo baru telah di acc warga untuk mengatasi permasalahan pemadaman listrik karena overload daya yang terjadi akhir-akhir ini di Kaveling Senjulung, Kabil.

“Untuk safety di trafo ini harus diperkuat. Tentu, kami juga akan mengawasi jalannya pembangunan trafo hingga permasalahan gangguan aliran listrik benar-benar tuntas,” tegas Wahyu.

Diungkapkan Wahyu, selain penambahan trafo, warga setempat juga berharap adanya penambahan fasilitas lampu jalan di Kaveling Senjulung.

“Fasilitas penambahan lampu jalan semoga PLN Batam dapat menyetujuinya. Dan bila tidak disetujui nanti saya akan berkoordinasi langsung ke PLN Batam,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Wahyu menghimbau diharapkan jangan menolak pembangunan trafo baru. Ini adalah fasilitas untuk kepentingan seluruh masyarakat agar tidak terjadi lagi pemadaman aliran listrik yang berdampak pada kerusakan alat elektronik dan keresahan warga.

“Mari kita bersama-sama menjaga fasilitas yang telah diberikan PLN Batam. Dan saya akan kawal ini bagaimana agar secepatnya terealisasi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pemadaman aliran listrik berlangsung setiap hari di Kaveling Senjulung Kabil. Hal itu disebabkan tingginya konsumsi pemakaian daya hingga mengakibatkan trafo di area pemukiman trip dan overload. (Atok)

Advertisement

Trending