Batam
Banyak Wali Murid Resah, Wahyu Wahyudin Minta Pemprov Tambah Kuota PPDB SMA/SMK

Batam, Kabarbatam.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK/sederajat di Provinsi Kepulauan Riau secara resmi telah dibuka pada tanggal 28 Juni sampai 2 Juli 2021 kemarin.
Namun, disela-sela proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK/sederajat di Provinsi Kepulauan Riau, banyak orang tua wali murid yang merasa resah anaknya tidak diterima di sekolah yang diinginkan lantaran minimnya kuota peserta didik.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, S.E, setelah ia menerima banyaknya pengaduan masyarakat terkait perihal tersebut.
“Sebagai contoh, peserta didik jalur prestasi SKL/ijazah di SMAN 3 dengan kuota 27 orang, beberapa waktu kemudian kuota berubah menjadi hanya 19 orang. Secara otomatis, banyak yang tersisihkan,” ungkap Wahyu Wahyudin, Sabtu (3/7/2021).
Kemudian, jalur zonasi di sekolah SMA Negeri 20 yang paling dekat dengan tempat tinggal siswa. Ternyata, di zonasi pun ia tersisihkan karena sudah penuh dan tidak ada lagi pilihan di sekolah lainnya karena untuk ikut jalur prestasi di sekolah lainnya sudah tidak bisa, lantaran sistem hanya memperbolehkan sekali akses saja.
“Pada tahun 2020 lalu, kuota penerimaan peserta didik SMA/SMK sebanyak 350 siswa dan sekarang hanya menerima 205 sementara yang mendaftar lebih dari kuota yang telah ditentukan. Jika kuota disamakan dengan tahun 2020 maka siswa siswi yang mau masuk ke SMA/SMK Negeri bisa tertampung,” ujar Wahyu.
Lanjut, Wahyu menyampaikan, atas peristiwa ini pihaknya mendorong Pemprov Kepri untuk melakukan penambahan kuota sehingga siswa-siswi peserta didik tahun 2021 dapat mengenyam pendidikan di sekolah yang diharapkannya.
“Karena disituasi pandemi Covid-19 ini, ekonomi merosot masyarakat jauh merosot dan jika ke swasta maka orang tua wali murid kesulitan untuk menyekolahkan anak-anaknya,” terangnya.
Atas peristiwa ini, Wahyu berharap, bagi orang tua wali murid terdampak Covid-19 yang anak-anaknya baru lulus SMP dapat melanjutkan ke jenjang SMA/SMK Negeri.
“Karena jika ke sekolah swasta disituasi saat ini kemungkinan terbesar mereka tidak akan mampu dan pada akhirnya anak-anak putus sekolah,” pungkasnya. (Atok)









-
Batam2 hari ago
Kesal Gegara Judi Slot, Wanita Muda di Batam Tikam Pacar hingga Tewas
-
Natuna2 hari ago
Pintu Masuk Wisatawan Mancanegara Makin Mudah, Lewat Malaysia ke Natuna
-
Headline2 hari ago
Sukseskan Mubes dan PSBM di Makassar, KKSS Kepri Utus 35 Orang Peserta dan Delegasi
-
Batam1 hari ago
Solusi untuk Kepri Menghadapi Tarif Impor yang Dikenakan Presiden AS Donald Trump
-
Natuna3 hari ago
Momen Lebaran Masih Hangat di Natuna, Sejumlah Tokoh Politik Bersilaturahmi
-
Batam22 jam ago
Merespon Kebijakan Tarif Impor-Ekspor AS: Ini Strategi BP Batam Pertahankan Pangsa Pasar Global
-
Bintan2 hari ago
Lebaran Ketiga, Bupati Roby Kurniawan Gelar Open House di Kediaman
-
Batam9 jam ago
Ada Penggantian Gate Valve di Sei Harapan, Suplai Air di Tj Riau & Sekitarnya Mengalir Kecil