Connect with us

Kepri

BC Batam Sita Ribuan Kaleng Mikol dan Rokok Ilegal Bernilai Rp500 Juta

Published

on

Foto BC Batam, bc batam gagalkan penyelundupan, Bea Cukai Batam, Penyelundupan rokok, Rokok ilegal
Patroli Laut Bea Cukai Batam yang terdiri dari Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam dan Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Batam berhasil mengamankan KM I Putri II Putra bermuatan rokok dan minuman keras (miras) ilegal di Perairan Dapur 12 Atas, Kamis, (5/8/2021).

Batam, Kabarbatam.com – Patroli Laut Bea Cukai Batam yang terdiri dari Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam dan Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Batam berhasil mengamankan KM I Putri II Putra bermuatan rokok dan minuman keras (miras) ilegal di Perairan Dapur 12 Atas, Kamis, (5/8/2021).

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) M. Rizki Baidillah menjelaskan kronologi berawal dari Tim Patroli Bea Cukai Batam yang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah kapal yang dicurigai membawa rokok dan miras ilegal di Perairan Dapur 12 Atas.

“Lalu sekitar pukul 00.45 WIB, Tim Patroli menuju perairan Dapur 12 Atas dan segera merapat ke kapal tersebut dan dilanjutkan dengan pemeriksaan muatan kapal dan dokumen kepabeanan,” ungkap Rizki, Jum’at (20/8/2021)

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata kapal tersebut membawa rokok dan miras namun tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan dan/atau cukai.

“Selanjutnya Tim Patroli mengamankan kapal tersebut, dan dilakukan pencacahan atas rokok dan miras yang diduga ilegal,” ujar Rizki.

Foto BC Batam, bc batam gagalkan penyelundupan, Bea Cukai Batam, Penyelundupan rokok, Rokok ilegal

Atas penangkapan tersebut, Bea Cukai Batam mengamankan 1 unit sarana pengangkut KM I Putri II Putra yang membawa muatan tanpa dilindungi dokumen kepabeanan, 389 slop rokok merek, 250 slop rokok tanpa pita cukai, dan 1.056 kaleng miras merek Carlsberg ukuran 330 ml.

“Taksiran nilai barang seluruh muatan dari kapal KM I Putri II Putra mencapai Rp 500.000.000 dengan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp 290.000.000,” pungkas Rizki.

Kapal KM I Putri II Putra tersebut diduga melanggar pasal 56 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan pasal 71 ayat 2 huruf (b) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas. (Atok)

Advertisement

Trending