Batam
Debu Proyek Pelebaran Jalan Simpang PJR Diprotes Warga, Kapolsek Nongsa Akan Panggil Kontraktor

Batam, Kabarbatam.com – Debu tanah yang cukup tebal bertebaran di Simpang Lampu Merah PJR, Kecamatan Nongsa, Kota Batam menimbulkan keresahan tersendiri bagi pengguna jalan raya dan masyarakat setempat.
Usut punya usut, hal itu disebabkan karena dampak proyek pelebaran jalan Hang Kesturi, Kelurahan Batu Besar yang dinilai minim perhatian dari pihak kontraktor.
Akibatnya, sejumlah pengguna jalan raya yang melintas di kawasan tersebut tampak selalu menutup sebagian wajahnya untuk melindungi hidung ataupun mata agar terhindar dari debu.
Selain pengguna jalan, pedagang di kawasan komplek pertokoan Summerland juga mengaku cukup resah. Mereka mengalami penurunan omset akibat dampak debu proyek jalan raya yang masuk ke area pertokoan.
“Kontraktor proyek jalan ini sama sekali tidak peka terhadap dampak lingkungan. Kami harus mengalami penurunan omset karena barang dagangan atau lokasi jualan kami berdebu,” ujar salah satu pedagang di kawasan komplek pertokoan Summerland, Jum’at (2/8/2024).
Selain mengalami penurunan omset, para pengunjung atau pembeli enggan datang. Mereka, lebih memilih tempat yang jauh lebih bersih karena di komplek pertokoan Sumerland bukan lagi tempat yang nyaman.
“Bagaimana para pengunjung mau datang kesini. Baru sebentar duduk, debu proyek jalan itu sudah menyerang para pelanggan kami,” jelasnya.
Menanggapi keluhan warga, Kapolsek Nongsa Kompol Efendri Alie menegaskan, bahwa pihaknya akan memanggil kontraktor proyek pelebaran jalan raya tersebut.
“Memang benar, kami sudah banyak menerima keluhan masyarakat terkhusus para pedagang di Komplek pertokoan Summerland soal dampak debu proyek pelebaran jalan raya tersebut. Dalam waktu dekat ini, kita akan panggil pihak kontraktor,” tegas Kompol Efendri Alie saat ditemui wartawan Kabarbatam.com.
Kompol Efendri Alie mengungkapkan, minimnya kesadaran pihak kontraktor soal dampak lingkungan, tentu sangat berpengaruh bagi keselamatan pengguna jalan raya. Jangan sampai, hal ini justru mengganggu situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Nongsa.
“Kemarin sore, melalui Kanit Intelkam Polsek Nongsa sempat menegur pihak kontraktor atau pengawas lapangan. Dan disaat itu juga, mereka langsung melakukan penyiraman jalan. Namun, hal ini justru terulang kembali dan saya menilai pihak kontraktor lalai serta kurang memperhatikan masyarakat setempat,” jelasnya.
Seperti diketahui, saat ini Pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan pelebaran jalan di sejumlah titik Kota Batam. Terlepas dari itu, pihak kontraktor juga harus lebih memperhatikan soal dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Pantauan wartawan, selain debu tanah yang bertebaran, proyek pelebaran jalan ini juga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Terlebih disaat jam berangkat atau pulang para pekerja. (Atok)









-
Batam2 hari ago
Kesal Gegara Judi Slot, Wanita Muda di Batam Tikam Pacar hingga Tewas
-
Natuna2 hari ago
Pintu Masuk Wisatawan Mancanegara Makin Mudah, Lewat Malaysia ke Natuna
-
Headline2 hari ago
Sukseskan Mubes dan PSBM di Makassar, KKSS Kepri Utus 35 Orang Peserta dan Delegasi
-
Batam1 hari ago
Solusi untuk Kepri Menghadapi Tarif Impor yang Dikenakan Presiden AS Donald Trump
-
Natuna3 hari ago
Momen Lebaran Masih Hangat di Natuna, Sejumlah Tokoh Politik Bersilaturahmi
-
Batam18 jam ago
Merespon Kebijakan Tarif Impor-Ekspor AS: Ini Strategi BP Batam Pertahankan Pangsa Pasar Global
-
Bintan2 hari ago
Lebaran Ketiga, Bupati Roby Kurniawan Gelar Open House di Kediaman
-
Batam5 jam ago
Ada Penggantian Gate Valve di Sei Harapan, Suplai Air di Tj Riau & Sekitarnya Mengalir Kecil