Connect with us

Headline

Di Antara Abu dan Harapan, Rumah Maryani Akan Berdiri Kembali

Published

on

IMG 20260213 WA0061
Raja Mustakim Ketua Dewan Pengarah KPDN menyerahkan bantuan kepada Maryani.

Natuna, Kabarbatam.com – Pagi di Air Payak, Ranai, itu terasa sunyi. Halaman rumah sederhana milik Maryani tak lagi sama. Yang tersisa hanya kayu-kayu menghitam dan seng atap yang melengkung akibat panas api.

Di sudut halaman, nenek itu berdiri lama. Ia mengusap mata berkali-kali, bukan karena asap, melainkan haru yang belum juga reda.

Beberapa hari sebelumnya, kebakaran melalap habis rumah yang selama ini ia tempati. Tak banyak yang sempat diselamatkan. Pakaian, perabot, serta kenangan bertahun-tahun hilang dalam satu malam.

Namun Jumat pagi (13/2) suasana berubah. Ketua Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) H. Raja Mustakim bersama Ketua Dewan Pembina KPDN Hadi Candra serta anggota komunitas mengunjungi nenek Maryani.

Tim KPDN tak datang dengan tangan kosong. Sebuah amplop bantuan diserahkan kepada Maryani. Tangannya bergetar saat menerimanya. Ia menunduk, berusaha menahan tangis.

Raja Mustakim mengatakan donasi yang dihimpun dari para donatur mencapai Rp 31.750.000. Bantuan itu tidak seluruhnya diberikan dalam bentuk tunai. Komunitas akan mengelola sebagian dana untuk membeli material bangunan dan membantu pembangunan kembali rumah Maryani.

“Kami berikan dulu Rp 5 juta untuk kebutuhan sehari-hari. Sisanya kami belikan material dan kami bantu pembangunan sampai rumah ibu bisa kembali berdiri,” ujarnya.

Raja Mustakim berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban sekaligus mempercepat pembangunan rumah Maryani.

“Semoga rumah ibu bisa kembali berdiri dan para donatur mendapat keberkahan,” kata Raja.

Bagi Maryani, bantuan itu bukan sekadar uang. Kehadiran warga menjadi penguat setelah musibah yang menimpanya. Ia tak menyangka banyak orang peduli pada keadaannya yang kini hidup sendiri di usia senja.

“Saya tidak bisa membalas apa-apa. Hanya bisa berdoa semoga kebaikan bapak-bapak semua dibalas Allah,” ucapnya lirih. (Man)

Advertisement

Trending