Connect with us

Batam

Dinsos Natuna Masih Lakukan Verifikasi dan Validasi Calon Siswa Sekolah Rakyat

Published

on

Img 20250710 wa0176
Bupati Natuna saat meninjau progres pengerjaan Asrama Haji yang akan difungsikan sementara untuk Sekolah Rakyat.

Natuna, Kabarbatam.com – Dinas Sosial Kabupaten Natuna masih melakukan proses verifikasi dan validasi calon siswa Sekolah Rakyat berdasarkan data dari Kementerian Sosial RI.

Kepala Dinas Sosial Natuna, Puryanti, menjelaskan bahwa data awal calon siswa diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 dan desil 2, dengan total sebanyak 2.147 anak berusia 7 hingga 18 tahun.

“Saat ini data sedang diverifikasi dan divalidasi oleh pendamping PKH dan TKSK di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Hari ini merupakan batas akhir pengumpulan hasil verifikasi dan validasi tersebut,” ujar Puryanti, Kamis (10/7).

Menurutnya, informasi terkait penerimaan siswa Sekolah Rakyat telah disampaikan melalui rapat daring bersama para camat, serta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Sebagai informasi, desil 1 dan 2 dalam DTSEN merujuk pada kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah. Desil 1 mencakup 10 persen keluarga termiskin secara nasional, yang termasuk kategori miskin ekstrem. Sementara desil 2 adalah kelompok berikutnya dengan kondisi sedikit lebih baik, namun masih tergolong miskin.

Sebelumnya, Bupati Natuna Cen Sui Lan menekankan percepatan perbaikan asrama haji di kompleks Masjid Agung Natuna yang akan digunakan sementara sebagai fasilitas Sekolah Rakyat, sembari menunggu pembangunan gedung sekolah permanen rampung.

Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk pembangunan Sekolah Rakyat di atas lahan seluas lebih dari 10 hektare yang berlokasi di kawasan Masjid Agung Natuna.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang mencakup jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga atas. Seluruh kebutuhan pendidikan dan biaya hidup siswa akan ditanggung penuh oleh pemerintah. (*)

Advertisement

Trending