Connect with us

Batam

Disangka Begal Seret Sajam, Tiga Pemuda Disabilitas di Nongsa Ternyata Bawa Alat Tangkap Kepiting

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20240328 Wa0136
Kapolsek Nongsa Kompol Restia Octane Guchy saat menghadirkan ketiga pemuda disangka begal beserta orangguanya, di Mapolsek Nongsa.

Batam, Kabarbatam.com – Sempat viral di medsos, video aksi dua pemotor seret pedang di ruas jalan raya Batu Besar, Kecamatan Nongsa Kota Batam ternyata bukan begal melainkan warga yang hendak mencari kepiting.

Diketahui, dua pengendara sepeda motor berjumlah tiga orang pria berinisial A, F dan P tersebut merupakan warga Batam penyandang disabilitas tuna wicara dan tuna rungu.

Ketiganya, bukanlah begal yang sengaja menyeret pedangnya untuk menakuti masyarakat, tetapi mereka hanya warga penyandang disabilitas yang tidak sengaja menyeret alat tangkap kepiting saat hendak berburu di pesisir Pantai Nongsa.

Kapolsek Nongsa Kompol Restia Octane Guchy mengatakan, dengan keterbatasan yang dimiliki ketiga pria ini, mereka mengaku tidak sengaja menyeret alat tangkap kepiting sehingga warga yang merekam menyangka bahwa ketiga pria ini adalah begal.

Img 20240328 Wa0138

“Kita ingin mengklarifikasi video viral aksi dua pemotor seret pedang di ruas jalan raya Batu Besar pada Minggu (24/3/2024) malam kemarin. Setelah kita melakukan penyelidikan, ditemukan bahwa dua pemotor itu berjumlah 3 orang pria penyandang disabilitas yang tidak sengaja menyeret alat tangkap kepiting,” ungkap Kompol Restia Octane Guchy kepada wartawan Kabarbatam.com, Kamis (28/4/2024).

Kompol Guchy menjelaskan, ketiga pria penyandang disabilitas tuna wicara dan tuna rungu ini juga mengaku tidak mendengar sama sekali bunyi klakson mobil milik warga yang merekam peristiwa tersebut.

“Karena keterbatasan yang dimiliki ketiga pria ini, mereka juga mengaku tidak mendengar klakson mobil warga yang merekam video peristiwa tersebut. Bahkan, pada saat tongkat alat tangkap kepiting terseret di jalanan pun mereka juga tidak menyadarinya,” ujar Guchy.

Setelah melalui proses penyelidikan lebih dalam, akhirnya ketiga pria penyandang disabilitas itu berhasil ditemukan oleh Unit Reskrim Polsek Nongsa. Mereka mengakui, kesalahannya dan memohon maaf secara tidak sengaja membuat gaduh masyarakat Batam.

“Untuk proses hukumnya, kita kembalikan ke pihak keluarga. Pastinya, kita juga akan melakukan pengawasan terhadap yang bersangkutan dan memberikan surat peringatan agar tidak mengulangi perbuatan ini lagi,” terangnya.

Img 20240328 Wa0137

Dalam peristiwa tersebut, Polisi juga turut menyita barang bukti sejumlah peralatan tangkap kepiting yakni, 3 unit lampu senter, 1 unit tombak kepiting dan 1 unit jerigen sebagai tempat hasil tangkapan kepiting.

Sementara itu, diwaktu yang sama, Sulastri selaku Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) atau pihak pendamping dari ketiga pria penyandang disabilitas tersebut memohon maaf kepada masyarakat Batam atas insiden yang tidak disengaja tersebut.

“Saya telah mendidik mereka sejak duduk dibangku kelas 1 Sekolah Dasar Luar Biasa (SD SLB). Namun, kita tidak menyangka bahwa apa yang dilakukan dengan tidak sengaja itu malah viral dan membuat gaduh. Tentu, saya mewakili orang tua yang bersangkutan memohon maaf kepada seluruh masyarakat Batam atas peristiwa ini,” tutur Sulastri.

Menurut Sulastri, ketiga pria ini sangat berperilaku baik dan sopan. Artinya, mereka bukan begal serta bukanlah anak-anak yang hobi nongkrong-nongkrong seperti pada umumnya.

“Ketiga anak-anak ini adalah murid-murid saya yang sejak kecil telah saya didik. Mereka, juga menempuh pendidikan tingkat SMA LB bersama kami hingga kita fasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan. Saya berharap, peristiwa ini tidak terulang kembali dan kami pihak keluarga akan terus memberikan pengawasan terhadap ketiga anak-anak tersebut,” pungkasnya. (Atok)

Advertisement

Trending