Connect with us

Batam

Ditodong Senjata Api, Budi Johari Ngaku Dipaksa Hapus Rekaman CCTV saat Penggerebekan Fiktif Oknum Aparat

Published

on

Img 20251103 wa0106
Budi Johari atau BJ didampingi kuasa hukumnya secara resmi membuat laporan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/6 Batam, Senin (3/11/2025) siang.

Batam, Kabarbatam.com – Budi Johari atau BJ, korban kasus pemerasan modus penggerebekan narkoba yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum aparat dengan mengaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya secara resmi membuat laporan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/6 Batam, Senin (3/11/2025) siang.

Didampingi kuasa hukumnya, Budi Johari menceritakan secara rinci aksi penggerebekan fiktif yang terjadi di kediamannya di kawasan Bunga Raya, Botania 1, Kota Batam, Sabtu (16/10/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.

Budi Johari mengatakan bahwa para pelaku sempat mengancamnya dengan menggunakan senjata api dan memaksa dirinya untuk menghapus rekaman CCTV rumahnya, agar jejak kejahatan mereka tidak tersebar ke publik.

“Sebagai upaya menghilangkan jejak kejahatan, kamera CCTV di rumah saya disuruh hapus oleh para pelaku dengan nada ancaman,” ujar Budi Johari.

Akibat peristiwa itu, kata Budi, dirinya dan sang istri mengalami trauma mendalam. Bersama tim kuasa hukum dari MD, ia berencana melanjutkan laporan ke Propam Polda Kepri untuk menindaklanjuti keterlibatan oknum anggota kepolisian yang disebut-sebut ikut dalam peristiwa tersebut.

“Saya dan istri masih trauma. Kami bersama tim kuasa dari MD akan segera ke Propam Polda Kepri untuk membuat laporan,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan bahwa penangkapan terhadap Budi Johari hanyalah penggerebekan fiktif yang disertai pemerasan dan kekerasan oleh oknum aparat.

Tak hanya itu, beredar informasi bahwa salah satu oknum anggota Polda Kepri berpangkat Inspektur Satu berinisial TH juga diduga turut terlibat dalam kasus ini. Pria itu bakal dilaporkan ke Propam Polda Kepri dalam waktu dekat ini. (Atok)

Advertisement

Trending