Headline
DJBC Kepri dan PDRM Gagalkan Penyelundupan Puluhan Karung Pasir Timah

Karimun, Kabarbatam.com – Sinergi aparat penegak hukum Indonesia dan Malaysia dalam memberantas upaya penyelundupan barang ilegal di wilayahnya sudah tidak diragukan lagi.
Sinergi kedua negara tersebut kembali terlihat dengan keberhasilan Satuan Tugas Kapal Patroli Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau dan Pasukan Polis Marin (PPM) Wilayah 2 Pengerang Polis Diraja Malaysia (PDRM). Menggagalkan upaya penyelundupan puluhan kilogram pasir timah di Perairan Pengerang Malaysia.
Kepala DJBC Kepulauan Riau, Agus Yulianto, menyampaikan, penyelundupan sebanyak 80 karung pasir timah dengan masing-masing karung berbobot 50 kg itu bermula pada tanggal 18 Agustus 2020.
Saat itu, pihaknya melakukan pemantauan atas informasi akan adanya sebuah speed boat yang hendak melintas di sekitar perairan Karang Galang menuju Singapura dengan muatan Pasir Timah.
“Usai mendapat informasi, kami melakukan pengejaran oleh Satgas Kapal Patroli BC 1410 terhadap speed boat tersebut,” ujar Agus Yulianto.
Baca Juga : DJBC Kepri dan Kodam I Bukit Barisan Gagalkan Peyelundupan Ribuan Roll Tekstil
Saat dilakukan pengejaran, Agus mengatakan bahwa ABK speed boat tersebut membuang beberapa barang bawaan mereka dan melaju ke arah perairan Malaysia.
Namun, Satgas BC 1410 tetap melakukan pengejaran (hot pursuit) meskipun mereka sudah memasuki perairan negara tetangga.
“Kami melakukan koordinasi dengan pihak PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM agar dapat memberikan bantuan pengejaran terhadap speed boat tersebut,” katanya.
Sambungnya, setelah melakukan koordinasi, Kapal Patroli RH24 PDRM kemudian ikut bergabung memberikan bantuan bersama Satgas Kapal Patroli BC 1410 untuk melakukan pengejaran.
Pada saat pengejaran speed boat tersebut, penyelundup ternyata mengkandaskan diri di Perairan Pengerang Malaysia, 1°20.449′ U /104°8.041′ T.
“Selanjutnya Kapal Patroli RH24 PDRM berhasil mendekati dan menegah speed boat yang telah kandas tersebut, serta berhasil menangkap awak kapal yang berusaha melarikan diri,” jelas Agus Yulianto.
Ia mengungkapkan, Satgas Kapal Patroli BC-1410 bersinergi dengan PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM langsung melakukan pemeriksaan atas tegahan speed boat dan muatannya. Namun, mempertimbangkan bahwa penindakan terjadi di wilayah perairan Malaysia.
Maka, atas barang bukti berupa muatan pasir timah sebanyak 80 karung dengan total perkiraan nilai RM 650.000,00 dan speed boat beserta ABK yang ditangkap dilakukan pemeriksaan, penelitian pendalaman serta proses lebih lanjut oleh PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM.
“Saat ini ditangani oleh PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM karena diduga melanggar ketentuan dibidang kepabeanan dan imigrasi sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Malaysia,” ungkapnya. (Yogi)









-
Batam22 jam ago
Kesal Gegara Judi Slot, Wanita Muda di Batam Tikam Pacar hingga Tewas
-
Natuna1 hari ago
Pintu Masuk Wisatawan Mancanegara Makin Mudah, Lewat Malaysia ke Natuna
-
Headline1 hari ago
Sukseskan Mubes dan PSBM di Makassar, KKSS Kepri Utus 35 Orang Peserta dan Delegasi
-
Batam2 hari ago
Ada Interkoneksi Pipa di Sei Harapan Sekupang, Ini Wilayah Terdampak Aliran Air Mengecil
-
Natuna2 hari ago
Momen Lebaran Masih Hangat di Natuna, Sejumlah Tokoh Politik Bersilaturahmi
-
Batam5 jam ago
Solusi untuk Kepri Menghadapi Tarif Impor yang Dikenakan Presiden AS Donald Trump
-
Bintan1 hari ago
Lebaran Ketiga, Bupati Roby Kurniawan Gelar Open House di Kediaman
-
Headline2 hari ago
Halal Bi Halal Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Masyarakat Sambut Gembira Hari Kemenangan