Ekonomi
Gubernur Ansar dan JAPFA Resmikan Farm Layer dan Pullet di Bintan: Bangun Ketahanan Pangan Ayam Petelur, Perkuat Ekonomi Kepri
Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad meresmikan beroperasinya dua fasilitas milik PT Indojaya Agrinusa, anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yaitu Farm Layer dan Pullet di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Kamis (15/5).

Peresmian ini menjadi penanda dimulainya babak baru pembangunan ketahanan pangan di Kepri, khususnya di sektor peternakan ayam petelur.
Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Ansar bersama Chief Operating Officer Poultry Indonesia JAPFA, Arif Widjaja. Turut hadir Komisaris Utama PT Japfa Comfeed Indonesia Syamsir Siregar beserta jajaran, Head Of Operation Sumatera Anwar Tandiono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (KP2KH) Kepri Rika Azmi, Ketua DPRD Bintan, jajaran Pemkab Bintan, serta para mitra peternak lokal.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Berdasarkan data konsumsi pangan kita, kebutuhan telur di Kepri mencapai 45 ribu ton per tahun, namun sebagian besar masih kita impor dari luar daerah. Maka, kehadiran JAPFA di Bintan menjadi harapan besar untuk membalik kondisi ini,” ujar Gubernur.

Lebih dari itu, Gubernur Ansar menyampaikan bahwa Pemprov Kepri tengah mengupayakan agar Bintan menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone) secara menyeluruh. “Dengan adanya insentif yang terintegrasi dan tidak membingungkan, tentu akan memberikan stimulus positif bagi investor untuk masuk dan berkembang,” tambahnya.

Gubernur juga mengungkapkan harapannya agar JAPFA tidak hanya menjadi mitra besar dalam sektor peternakan, tetapi juga menjajaki ekspansi usaha ke sektor lainnya.
“Pemprov siap memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk insentif fiskal maupun pelayanan yang cepat dan ramah. Semua ini adalah bentuk insentif non-fiskal yang tidak kalah penting bagi pengusaha,” tegasnya.

Lebih jauh, Gubernur menyoroti pentingnya kolaborasi antara perusahaan besar dan peternak rakyat. “Program kemitraan harus betul-betul berjalan. Kita juga bisa fasilitasi pelatihan bagi peternak lokal agar mereka tidak tertinggal. Ini penting agar investasi membawa manfaat luas, bukan justru menyingkirkan usaha kecil,” ucapnya.

Head Of Operation Sumatera JAPFA, Anwar Tandiono, mengamini pesan tersebut. Ia mengaku bahwa investasi ini berawal dari arahan langsung Gubernur Ansar untuk membangun peternakan petelur di Kepri.

“Pak Gubernur sangat concern terhadap ketahanan pangan. Maka kami hadir di sini bukan hanya untuk berbisnis, tapi juga mendukung program nutrisi anak-anak melalui kegiatan ‘Japfa For Kids’, serta menjalin kemitraan sehat dengan peternak lokal,” ungkap Anwar.

Salah satu mitra peternak plasma PT Indojaya Agrinusa, Edy Suyatni, menyampaikan apresiasinya atas model kemitraan yang ditawarkan JAPFA.

“Kami merasakan langsung manfaatnya. Mulai dari kemudahan akses permodalan hingga kepastian penjualan. Ini sangat membantu meningkatkan ekonomi peternak lokal seperti kami,” ucapnya penuh syukur. (ron)
-
Batam2 hari agoPenyelundupan 12 Ribu Batang Kayu Bakau ke Singapura Digagalkan Ditpolairud Polda Kepri
-
Batam3 hari agoPerbaikan Konstruksi Selesai, Jalan Vista Kembali Bisa Digunakan Masyarakat
-
Batam3 hari agoTriwulan I 2026, Investasi di Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen
-
Bintan3 hari agoBupati Roby Ekspose Kesiapan Implementasi Manajemen Talenta ASN di BKN RI
-
Batam1 hari agoPengurus AMSI Kepri 2025–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Media Digital Berkualitas
-
Batam2 hari agoAdy Indra Pawennari: KJK Wadah Komunitas, Tidak Ada Dualisme Loyalitas
-
Batam2 hari agoAmsakar – Li Claudia Tekankan Akuntabilitas Dana Hibah, KONI Batam Targetkan Juara Umum Porprov 2026
-
Batam2 hari agoAmsakar – Li Claudia Tekankan Akuntabilitas Dana Hibah, KONI Batam Targetkan Juara Umum Porprov 2026



