Connect with us

Nasional

IRT Meninggal saat Antre Panjang BLT, Warga Langsung Panik

Published

on

Ilustrasi. Tewas kecelakaan.(ist)

Kabarbatam.com Seorang warga asal Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, meninggal mendadak saat menunggu antrean pencairan BLT di kantor Pos Muara Rupit.

Kejadian itu berlangsung Jumat (30/7) sekitar pukul 11.00 WIB, sehingga membuat sejumlah warga yamgbikut antrean panik.

Dedi warga yang sempat dibincangi mengaku, saat menunggu antrean pencairan BLT di kantor Pos Muara Rupit cukup banyak di dapati warga berkumpul di depan kantor Pos Muara rupit sejak pukul 08.00 WIB.

Awalnya proses pencairan BLT berlangsung cukup lancar. Karena banyak warga yang mesti dilayani akhirnya menimbulkan antrean semakin panjang.

Di tengah antrean itu tiba tiba salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) langung jatuh tumbang, sehingga menimbulkan kepanikan. “Sempat banyak yang teriak supaya yang jatuh itu di angkat dan di bawa ke rumah sakit. Waktu itu memang antrean sedang rami nian,” katanya.

Selanjutnya, sejumlah warga langsung membawa korban ke pusat kesehatan terdekat yakni ke Puskesmas muara Rupit yang berjarak kurang lebih 1 KM dari lokasi kejadian. Namun banyak warga menduga jika korban sudah dalam kondisi meninggal saat di bawa ke pusat kesehatan.

“Banyak yang ngato sudah meninggal aku, idak jingok langssung. Tapi pas di bawa langsung ke puskesmas Rupit. Abis kejadian itu pencairan BLT tutup nak naik jumat,” ucapnya.

Dedi menginformasikan, jika korban yang di bawa ke rumah sakit itu, bernama Suhai asal dari Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya. Terpisah, Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto melalui kapolsek Rupit AKP Forliamzon saat dikonfirmasi membenarkan adany insident itu.

Bahkan pihaknya mengkonfirmasi jika korban bernama Suhai (30) asal desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya. “Korban dinyatakan meninggal setelah dilakukan pemeriksaan di Puskeamas Rupit, menurut keterangan medis korban mengalami serangan jantung,” katanya.

Pihaknya mengimbau dalam pelaksanaan pengambilan uang BLT, masyarakat tetap diminta melaksanakan Protokol Kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan selalu menjaga jarak.

Kepala Puskesmas Rupit, Dr Jerry Afrimndo saat di konfirmasi membenarkan jika pihaknya sempat menangani Suhai yang di dampingi suminya Sudarto warga Tanjung Agung, Karang jaya.

Namun saat itu, kondisi Suhai sudah dinyatakan tidak sadarkan diri. “Waktu petugas periksa tensinya tidak bisa di ukur. Nadi pasien sudah tidak bisa di raba sama sekali, dan pernapasan spontan sudah tidak ada lagi dan reglek cahaya pupil tidak ada. Jadi di jelaskan jika pasien sudah meninggal,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, tidak ada indikasi Covid-19, berdasarkan keterangan suami pasien. Korban memiliki riwayat penyakit lainnya, namun dalam satu minggu terakhir tidak mengalami demam serta indikasi sakit dengan gejala Covid.

Usai dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis, korban langsung di bawa kelurganya untuk di bawa ke Desa Tanjung Agung, Karang Jaya.

Terpisah, Kepala Desa Tanjung Agung Korbilah, hingga saat ini belum bisa memberikan informasi mengenai insident tersebut. Namun informasi yang beredar, korban sudah di kebumikan di tempat pemakaman Umum, kampung VI, Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.(*)

Advertisement

Trending