Batam
Isdianto Serap Keluhan Warga dan Pedagang Pasar Botania 2 Batam
Batam, Kabarbatam.com – Calon Gubernur Kepulauan Riau nomor urut 2, H. Isdianto meninjau dan basembang bercerita bersama para pedagang Pasar Botania 2, Selasa (3/11/2020) pagi.
Dalam kunjungannya, H. Isdianto bersama rombongan disambut hangat oleh para pedagang Pasar Botania 2 yang saat itu tengah melakukan aktivitas sehari-hari.
“Pagi ini saya sehabis melaksanakan shalat subuh bersosialisasi dan basembang bercerita dengan para pedagang yang berada di Pasar Botania 2. Alhamdulillah apa yang menjadi persoalan para pedagang sudah kita tampung semua,” ungkapnya.
Dijelaskannya, dimasa pandemi Covid-19 seperi saat ini, para pedagang merasa kesulitan, yang awalnya sebelum pandemi Covid-19 tingkat belanja masyarakat mencapai 100 persen. Namun saat ini hanya 70-60 persen. 
“Tentunya, ini harus kita sikapi dengan memperhatikan permasalahan UMKM dan kita akan berfikir, bagaimana caranya untuk membangkitkan kembali semangat para pedagang ini, dengan memberikan dana stimulus kepada para pedagang,” ujarnya.
Disamping itu, paslon Isdianto-Suryani (INSANI) akan membuat pelatihan-pelatihan untuk para pedagang. Karena banyak sekali pelaku UMKM seperti halnya pedagang kue saat ini tidak begitu laku.
“Nanti, kita akan carikan jalan keluarnya supaya barang dagangan dapat laku kembali seperti sediakala,” tutur Isdianto.
Selain barang dagangannya mengalami penurunan yang cukup drastis ditengah pandemi Covid-19, masyarakat yang bermukim diseputaran Pasar Botania 2 mengeluhkan terkait kelangkaan gas elpiji yang terjadi di berbagai wilayah Kota Batam.

“Susah sekali Pak saat ini mencari gas elpiji. Kami meminta adanya penambahan kuota dan pangkalan-pangkalan gas resmi,” ujar Mariani, salah satu warga.
Menanggapi keluhan tersebut, H. Isdianto meminta kepada instansi terkait untuk melakukan pengawasan yang cukup ketat, sehingga proses pendistribusian gas elpiji tepat sasaran.
“Terkait penambahan kuota gas elpiji yang diharapkan para warga, untuk sementara ini yang bisa kita lakukan adalah pengawasan,” tegasnya
Dengan adanya pengawasan yang ketat, sehingga yang layak mendapatkan distribusi elpiji memang warga yang berhak mendapatkannya.
“Jangan sampai orang yang tidak berhak mendapatkan distribusi (elpiji 3 kg) malah mendapatkan distribusi gas elpiji tersebut. Bila ini terjadi, pastinya akan ada kekurangan-kekurangan dan kelangkaan gas itu sendiri,” pungkasnya. (Atok)
-
Natuna2 hari agoDi Bawah Kepemimpinan Raja Mustakim, KPDN Perluas Peran Sosial
-
Batam2 hari agoSatgas Cegah Lebih dari 2.000 PMI Non Prosedural, Kapolda: Polda Kepri Segera Bentuk Direktorat TPPO
-
Batam3 hari agoDPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Pendapat Wali Kota soal Ranperda LAM
-
Headline2 hari agoKomandan Kodaeral IV Kobarkan Semangat Prajurit TNI AL saat Peringati Pertempuran Heroik Laut Arafuru
-
Batam3 hari agoNegosiasi Senyap Owner PT ADB Tak Goyahkan Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Bangkai Kapal Tongkang di Lingga
-
Headline8 jam agoOmbudsman Kepri Respons Rencana Pinjaman Pemprov ke BJB Rp400 Miliar
-
Tanjungpinang2 hari agoBTS Diduga Tak Berizin di Air Raja Tanjungpinang Tetap Beroperasi, Warga Khawatirkan Dampak Radiasi
-
Tanjungpinang2 hari agoBukit Cermin Kota Tanjungpinang Juara 3 Kelurahan Award Tingkat Nasional



