Connect with us

Karimun

Kasus Covid-19 di Karimun Melonjak Tajam, Capai 115 Orang

Published

on

Foto 115 pasien dirawat, covid karimun melonjak, Covid-19, Covid-19 di Karimun, karimun, Kasus covid di karimun
RSUD HM Sani Karimun. (Foto: Fb RSUD HM Sani)

Karimun, Kabarbatam.com – Kasus Covid-19 di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau kembali mengalami lonjakan tajam.

Berdasarkan data tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun per tanggal 02 Mei 2021, tercatat terjadi penambahan mencapai 52 kasus.

Jumlah tersebut diketahui menjadi penambahan kasus terbanyak dalam satu hari di Kabupaten Karimun, sejak munculnya kasus pertama pada Maret 2020 lalu.

“Hari ini, terjadi penambahan sebanyak 52 pasien terpapar COVID-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Minggu (2/5/2021).

Dengan penambahan itu, kata Rachmadi, total saat ini sebanyak 115 orang menjalani perawatan atau isolasi akibat terpapar virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.

“Hari ini juga dilaporkan sebanyak 2 pasien sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan 1 pasien positif meninggal dunia,” kata Rachmadi.

Lebih lanjut, Rachmadi menjelaskan bahwa terjadinya lonjakan tajam kasus Covid-19 itu, mulanya disebabkan oleh klaster perjalanan dari luar daerah.

Namun, kata dia, seiring perkembangannya penambahan yang terjadi dipicu oleh kontak erat pasien positif tersebut.

“Awalnya perjalanan, selanjutnya ke kontak erat,” kata Rachmadi.

Diketahui, sejak melaporkan kasus Covid-19 pertama pada Maret 2020 lalu, hingga hari ini Kabupaten Karimun telah mencatat total sebanyak 566 kasus Covid-19.

Dengan rincian, sebanyak 428 pasien sudah dinyatakan sembuh, sebanyak 23 pasien positif meninggal dunia dan 115 pasien positif aktif yang masih menjalani perawatan atau isolasi.

“Untuk itu, mari bersama-sama kita menekan penyebaran Covid-19 dengan terus mematuhi anjuran 5 M dari pemerintah. mematuhi protokol kesehatan seperti, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan Menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” ucap Rachmadi. (Yogi)

Advertisement

Trending