Batam
Kasus Korupsi Rp1,6 Miliar Oknum Dishub Batam Terus Didalami Jaksa
Batam, Kabarbatam.com – Kasus tindak pidana korupsi yang menyeret Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Batam berinisial H sebagai tersangka terus berlanjut.
Dalam perkara ini Kejari Batam terus melakukan pengembangan dan tidak menutup kemungkinan kasus tindak pidana korupsi tersebut menetapkan kembali tersangka baru.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Polin Octavianus Sitanggang saat diwawancarai wartawan usai menggelar Konferensi Pers di Pangkalan PSDKP, Barelang, Kota Batam, Senin (5/4/2021).
“Tidak menutup kemungkinan kasus ini akan berkembang. Sementara untuk proses persidangan tergantung penetapan hakim dan tinggal menunggu waktu sidangnya saja,” ungkap Polin.
Dijelaskan Polin, hasil pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh tersangka H sejak tahun 2018 itu mencapai Rp1,6 miliar.
“Sementara ini kalau dihitung secara manual oleh jaksa bekisar Rp1,6 miliar,” ujarnya.
Lanjut, Polin menyampaikan, dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh jaksa penyidik terhadap Kepala Dinas Perhubungan Rustam Efendi beberapa waktu lalu, sampai saat ini yang bersangkutan masih diperiksa sebagai saksi.
“Saat ini kasus tersebut sudah kita limpahkan ke Pengadilan Negeri dan masuk dalam tahap P21. Hanya menunggu kapan akan disidangkan,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, tim penyidik Kejaksaan Negeri Kota Batam menetapkan Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Batam berinisial H sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Batam.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam Hendarsyah Yusuf Permana mengatakan, Kejari Batam telah menetapkan tersangka H dalam dugaan tipikor pengurusan rekomendasi penetapan jenis dan fungsi kendaraan bermotor pada Dinas Perhubungan Kota Batam.
“Tersangka merupakan oknum Dishub Kota Batam Inisial H menjabat Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Batam,” ujar Hendarsyah, Rabu (17/3/2021).
Lanjut, Hendarsyah menyampaikan, terhadap tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan oleh penyidik Kejari Batam,” pungkasnya. (Atok)
-
Natuna2 hari agoDi Bawah Kepemimpinan Raja Mustakim, KPDN Perluas Peran Sosial
-
Batam2 hari agoSatgas Cegah Lebih dari 2.000 PMI Non Prosedural, Kapolda: Polda Kepri Segera Bentuk Direktorat TPPO
-
Headline14 jam agoOmbudsman Kepri Respons Rencana Pinjaman Pemprov ke BJB Rp400 Miliar
-
Headline2 hari agoKomandan Kodaeral IV Kobarkan Semangat Prajurit TNI AL saat Peringati Pertempuran Heroik Laut Arafuru
-
Tanjungpinang2 hari agoBTS Diduga Tak Berizin di Air Raja Tanjungpinang Tetap Beroperasi, Warga Khawatirkan Dampak Radiasi
-
Tanjungpinang2 hari agoBukit Cermin Kota Tanjungpinang Juara 3 Kelurahan Award Tingkat Nasional
-
Headline2 hari agoLantik 41 Kepala Sekolah se-Kepri, Gubernur Ansar: Harus Bersiap Menghadapi Fase 5.0
-
Batam3 hari agoBP Batam Catat Capaian Positif Sepanjang 2025, Siapkan Lompatan Pembangunan di 2026



