Connect with us

Headline

Kekeringan di Natuna Mengkhawatirkan, Sumur Warga dan Sungai Mengering

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20240415 Wa0218

Natuna, Kabarbatam.com – Kemarau panjang di wilayah Natuna mulai mengkhawatirkan, sejumlah wilayah mulai terdampak hingga aliran sungai mengering di Kecamatan Bunguran Tengah.

Kekeringan tidak hanya berdampak pada sulitnya kebutuhan sehari-hari, namun berpengaruh pada sektor pertanian dan peternakan di pemukiman transmigrasi yang jauh dari aliran irigasi.

Kepala Desa Tapau, satuan pemukiman transmigrasi Kecamatan Bunguran Tengah, Sudiono mengaku, kemarau panjang sudah menyulitkan warganya mendapatkan air bersih. Namun terbantukan setelah Perumda Tirta Nusa mendistribusikan setiap minggu.

“Kemarau sekarang sudah menyebabkan petani kami gagal panen, sumur warga sampai aliran sungai kering,” ungkapnya.

Sementara Direktur Perumda Tirta Nusa Zaharuddi yang memantau distribusi air bersih di Desa Tapau mengimbau, agar masyarakat lebih berhemat menggunakan air bersih. Dua mobil tangki air yang dioperasikan terus melayani wilayah terdampak.

“Pelayanan distribusi air terus melayani ketika kami menerima permintaan. Dua mobil tanki air ini biasanya akan istirahat jam 22.00 WIB,” ujar Zaharuddin.

Zaharuddin mengaku, debit air sudah menurun drastis. Bahkan inteks di gunung Ranai berdampak parah. Namun saat ini inteks di Bukit Sebayar masih cukup aman untuk didistribusikan.

“Kemarau panjang sekarang, menyebabkan sumber air di inteks gunung Ranai mendadak hilang. Kekurangan air sekarang sudah kehilangan tekanan air, sebagian wilayah Ranai pun harus digilir. Dan ada beberapa titik harus di distribusikan mobil tanki,” jelas Zaharuddin.

Zaharuddin mengaku, pengelolaan air bersih Perumda masih menggunakan air permukaan. Dan bergantung pada curah hujan. Sementara pengolahan air baku dari embung Sebayar masih menunggu persetujuan Kementerian PUPR dalam pembangunan instalasi dan jaringan distribusi. (*)

Advertisement

Trending