Anambas
Ketua Komisi I DPRD Anambas Apresiasi Kesigapan Tenaga Medis Tangani Siswa Diduga Keracunan MBG
Anambas, Kabarbatam. com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj Tety, datang langsung meninjau kondisi para pelajar yang diduga keracunan makanan MBG, di RSUD Palmatak, Sabtu (18/04/2026).
Saat kunjungan berlangsung, tercatat enam anak masih menjalani perawatan. Namun, informasi yang berkembang menyebut jumlah sempat bertambah menjadi sembilan orang, meski sebagian telah diperbolehkan pulang.
“Alhamdulillah, kondisi anak-anak sudah mulai membaik,” ujar Hj. Tety. Ia juga mengapresiasi kesigapan tenaga kesehatan dan dokter di RSUD Palmatak yang dinilai memberikan penanganan maksimal.
Di balik kabar membaiknya kondisi korban, pertanyaan besar masih menggantung,apa penyebab pasti kejadian ini.
Dugaan sementara mengarah pada makanan dari program Makan Bergizi Gratis dari Dapur SPPG di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah. Namun, hingga kini, kepastian tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Kita tunggu hasilnya. Jangan sampai berspekulasi,” katanya sambil menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengambil kesimpulan.
Menurut Hj Tety, sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPRD tidak tinggal diam. Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas berencana menggelar rapat internal, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, hingga kemungkinan memanggil pihak-pihak terkait.
Langkah ke depan, menurutnya, harus berbasis data.
“Kalau sudah ada hasil, baru kita duduk bersama eksekutif dan pihak terkait untuk menentukan langkah,” ujarnya. Namun satu hal sudah pasti: pengawasan akan diperketat. “Pengawasan harus diperketat,” tambahnya.
Hj Tety juga menyoroti pentingnya peran tenaga ahli gizi dan standar penyajian makanan. Ia mengingatkan agar makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar dalam kondisi layak konsumsi sebelum didistribusikan.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” tegasnya.
DPRD, lanjutnya, akan lebih aktif turun ke lapangan, bahkan membuka kemungkinan peninjauan bersama lintas instansi mulai dari dinas kesehatan hingga dinas pendidikan.
Di tengah kekhawatiran yang sempat menyelimuti, harapan perlahan muncul seiring membaiknya kondisi para korban. Namun bagi masyarakat Anambas, peristiwa ini menjadi pengingat keamanan pangan, terutama untuk anak-anak, bukan hal yang bisa dianggap sepele. (Revi)
-
Batam2 hari agoPenyelundupan 12 Ribu Batang Kayu Bakau ke Singapura Digagalkan Ditpolairud Polda Kepri
-
Batam1 hari agoPengurus AMSI Kepri 2025–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Media Digital Berkualitas
-
Batam2 hari agoAdy Indra Pawennari: KJK Wadah Komunitas, Tidak Ada Dualisme Loyalitas
-
Batam2 hari agoAmsakar – Li Claudia Tekankan Akuntabilitas Dana Hibah, KONI Batam Targetkan Juara Umum Porprov 2026
-
Batam3 hari agoAmsakar – Li Claudia Tekankan Akuntabilitas Dana Hibah, KONI Batam Targetkan Juara Umum Porprov 2026
-
Headline1 hari agoGuntur Sahat Tegaskan Komitmen Kanwil Imigrasi Kepri Jadikan Media Mitra Strategis
-
Bintan13 jam agoBintan Raih Terbaik I di Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026
-
Batam10 jam agoArdi Beri Ilmu Pariwisata, Budaya, dan Ekraf kepada Pemandu Wisata APM



