Connect with us

Headline

KKP Karimun Serahkan Bantuan Ribuan Rapid Test Antigen ke Dinas Kesehatan

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20210510 wa0205
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau menyerahkan bantuan ribuan pcs alat rapid test antigen ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun.

Karimun, Kabarbatam.com – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau menyerahkan bantuan ribuan pcs alat rapid test antigen ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun.

Penyerahan alat pendeteksi Covid-19 itu, diserahkan langsung oleh Kepala KKP Tanjungbalai Karimun, Bachtian Agus Wijaya ke Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Senin (10/5/2021) di Kantor KKP Tanjungbalai Karimun.

“Sebanyak 2.000 pcs alat rapid test antigen kita serahkan hari ini ke Dinas Kesehatan Karimun,” kata Kepala KKP Tanjungbalai Karimun, Bachtian Agus Wijaya.

Tes antigen merupakan tes imun yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu yang menunjukkan adanya infeksi virus saat ini.

Pemeriksaan alat itu sendiri dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab, mirip pada tes PCR (polymeras chain reaction).

“Alat rapid test antigen ini dapat memberikan hasil diagnosis paling cepat dalam waktu sekitar 15 menit. Meskipun tidak seakurat PCR, alat ini, tentunya dapat membantu menyaring orang-orang untuk mengidentifikasi mereka yang membutuhkan tes Covid-19 yang lebih pasti,” jelas Bachtian.

“Sehingga, alat ini tentunya juga sangat bermanfaat untuk menekan penyebaran Covid-19. Khususnya, untuk keperluan tracing orang yang kontak erat dengan pasien positif virus tersebut,” tambahnya.

Terakhir, orang nomor satu di KKP Tanjungbalai Karimun ini, menghimbau seluruh masyarakat Karimun untuk terus mematuhi protokol kesehatan (prokes), salah satunya menerapkan 5M guna terhindar dari virus tersebut.

“5M itu diantaranya, selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak aman minimal 1 meter dan membatasi mobilisasi dan interaksi,” ucap Bachtian. (*)

Advertisement

Trending