Connect with us

Tanjungpinang

KPK Kembali Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Korupsi di KPBPB Bintan

Published

on

Foto Barang kena cukai, Bintan, dugaan Korupsi kpbpb bintan, Kab Bintan, kpbpb bintan, kpk periksa pengusaha, Kpk periksa saksi
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Batam, Kabarbatam.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mendalami kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan tahun 2016-2018.

Hari ini, penyidik KPK memanggil lima orang saksi untuk dimintai keterangan untuk  tersangka Bupati Bintan Nonaktif Apri Sujadi.

“Pemeriksaan terhadap kelima orang saksi dilakukan di Kantor Polres Tanjungpinang Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau,” ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (10/9/2021).

Adapun saksi-saksi yang diperiksa, antara lain; Junaedy Bahar sebagai Direktur PT. Sinar Niaga Mandiri, Anwar sebagai Komisaris PT. Fantastik Internasional, Arjab dari swasta.

Selanjutnya, Alfeni Harmi sebagai Staf Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan Wilayah Kabupaten Bintan & Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan di DPMPTSP Bintan, dan Yuda Yehuda Wibiksana dari PT Danisa Texindo.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Bintan non aktif Apri Sujadi bersama Kepala KPBPB Bintan Saleh Umar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan tahun 2016-2018.

Tersangka Apri saat ini ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dan Mohd Saleh di Rutan KPK Kaveling C1 (Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK), Jakarta.

Keduanya diduga telah menerima sejumlah uang dari pengusaha yang menerima kuota rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Dari 2017-2018 Apri diduga menerima uang sebanyak Rp6,3 miliar, sedangkan Salah Umar diduga menerima uang sebanyak Rp800 Juta.

Perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp250 miliar. (*)

Advertisement

Trending