Connect with us

Kepri

Merespon Curhatan Politisi NasDem, Rizki Faisal: Dr Tengku Afrizal Nggak Perlu Baperan

Published

on

Foto ansar-marlin, Curhatan politisi nasdem, Gubernur kepri ansar, hubungan aman, Politisi nasdem, Rizki faisal

Batam, Kabarbatam.com – Hubungan yang kurang harmonis antar Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri menjadi sorotan banyak pihak, apalagi pasca curhatan Ansar Ahmad di media terbitan lokal belum lama ini.

Hal itu ditanggapi oleh Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kepri, dr. Tengku Afrizal Dahlan, MM yang menyebutkan bahwa Gubernur sebagai sosok kacang lupa kulit. Pernyataan tersebut mendapat respon Ketua Komisi IV DPRD Prov Kepri yang juga Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri, Rizki Faisal.

Menurut Rizki Faisal, justru dr. Tengku Afrizal Dahlan, yang harusnya jangan reaksioner dan kekanak-kanakan. “Kok tokoh politik seperti ABG yang mudah baperan, nggak boleh itu,” ungkapnya.

Lanjut Rizki Faisal, Gubernur Ansar Ahmad sudah jauh lebih dulu malang-melintang di ranah politik di tingkat daerah maupun pusat. Dua periode menjabat Bupati Bintan juga DPR RI. Bahkan menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri.

“Kita tahu betul samangat beliau yang pengen adanya percepatan perubahan dalam roda perekonomian dan pembangunan di Kepri, terutama di masa Covid 19 ini, Ansar tidak pernah mengeluh, selalu menjadikan setiap ujian sebagai tantangan yang harus dihadapi,” ujarnya.

“Namun saat ini kita juga harus maklum, beliau didampingi oleh sosok wakil gubernur yang belum punya latar belakang politik yang jelas, mendampingi tokoh politik mungkin iya, tapi terjun langsung dengan insting politiknya kan belum pernah teruji,” tutur Rizki Faisal.

Lebih lanjut, Rizki Faisal memaparkan, coba bayangkan setiap reklame baliho yang terpasang di Batam, Wali Kota Batam bersama Wakil Gubernur Kepri.

“Rakyat bertanya-tanya, ini maksudnya apa, seperti kontes suami-istri idaman atau apa?,” ungkap Rizki lagi.

Namun Bang Ansar selaku Gubernur Kepri tidak pernah menanggapi hal sepele seperti itu, tidak pernah reaksioner meminta pengurus Golkar menyinggung di media, seperti yang dr. Tengku Afrizal Dahlan, lakukan saat ini, terkesan sedikit-sedikit saat dikritik Nasdem ikut bicara.

“Saya berharap mental dan wawasan Wakil Gubernur kita saat ini juga mulai harus dibenahi, jangan terkesan seolah anti kritik, sedikit disinggung mulai reaksioner, dalam politik syaratnya mudah, jangan baperan, jika masih baperan maka jangan jadi tokoh/figur politik, kasian Gubernurnya. Nanti ibarat sopir, lincah, kernetnya bermanja-manja, gimana mau dapat penumpang yang banyak,” dia mengibaratkan.

Rizki Faisal berharap dengan kepiawaian yang dimiliki Gubernur Ansar Ahmad, beliau mampu membawa rakyat Kepri keluar dari keterpurukan ekonomi akibat Pandemi ini, meskipun didampingi oleh Ibu Wakil Gubernur yang pengalamannya belum seperti Ansar, semoga tidak juga merepotkan Ansar.

“Ada pepatah lama jika tidak bisa membangun, minimal jangan merusak hasil bangunan yang sudah dibuat,” tutup Rizki Faisal.

Sekadar diketahui, dua hari terakhir media mengangkat berita tentang hubungan Gubernur dan Wakil Gubernur yang kurang harmonis. Munculnya pemberitaan di media terkait curhatan Gubernur Ansar seketika mendapat respon dan reaksi dari sejumlah kalangan, tak terkecuali politisi partai pengusung.

Curhatan Ansar muncul ketika menjawab pertanyaan wartawan dalam acara sembang media di Harmonie One, Batam, belum lama ini. (*)

Advertisement

Trending