Connect with us

Headline

Pembangunan Dua Proyek Vital di Karimun akan Dilanjutkan Kemenhub pada 2022

Published

on

Foto karimun, Pelabuhan Malarko Karimun, Pembangunan Pelabuhan Malarko, Pemkab Karimun
Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama Memhub Budi Karya, beberapa waktu lalu.

Karimun, Kabarbatam.com – Pembangunan dua proyek vital di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau tampaknya akan kembali dilanjutkan oleh pemerintah pada tahun 2022 mendatang.

Adapun kedua proyek tersebut adalah perpanjangan landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) dan penyelesaian pelabuhan peti kemas Malarko yang telah mangkrak sejak tahun 2012.

Hal itu ditandai dengan kedatangan dua orang utusan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa waktu  lalu telah meninjau langsung kedua proyek vital tersebut.

“Benar, dua orang dari Kementerian Perhubungan baru saja dari Karimun beberapa hari kemarin. Mereka meninjau pelabuhan peti kemas Malarko. Keseriusan dari Provinsi juga sudah dijelaskan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang mengaku akan fokus dengan dua proyek skala nasional ini,” kata Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Karimun, Djunaidi, Minggu (4/4/2021).

Djunaidi mengatakan, menyangkut proyek Pelabuhan Peti Kemas Malarko memang sudah cukup lama tertunda.

Sehingga, proyek yang digadang-gadang akan menjadi pelabuhan kargo terbesar di Kepulauan Riau itu kembali diusulkan untuk dituntaskan oleh Menteri Perhubungan.

Hanya saja, Djunaidi merasa belum yakin apakah pelabuhan Peti Kemas Malarko akan tetap dikerjakan tahun depan.

Sementara karena domain di Kabupaten berada di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun, yang belum diketahui kelanjutan informasinya.

Diketahui, proyek pembangunan Pelabuhan Peti Kemas Malarko Karimun telah mangkrak sejak tahun 2012.

Kementerian Perhubungan akan melanjutkan pembangunan pelabuhan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp200 miliar.

Sementara untuk Bandara RHA Karimun Kemenhub akan memperpanjang landasan pacu yang semula sepanjang 1.400 meter menjadi 2.000 meter.

Proyek yang bertujuan agar pesawat Boeing dapat mendarat di Bandara kebanggaan masyarakat Karimun itu menelan anggaran sebesar Rp100 Miliar.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi bahkan sudah berjanji untuk merealisasikan pembangunan dua proyek vital tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Karimun pada 1 Februari 2020 lalu. (Yogi)

Advertisement
Bp Batam

Trending