Connect with us

Natuna

Pemkab Natuna Minta Pertamina Evaluasi Transportasi Minyak Tanah Antar-Pulau, Khususnya Armada Kapal Kayu

Published

on

Img 20251106 wa0118
Insiden kebakaran kapal pengangkut BBM tujuan Kecamatan Subi beberapa waktu lalu.

Natuna, Kabarbatam.com – Pemerintah Kabupaten Natuna mendesak Pertamina Patra Niaga Wilayah Kepulauan Riau untuk segera mengevaluasi sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah bersubsidi ke wilayah kepulauan.

Pasalnya, hingga kini penyaluran ke sejumlah kecamatan di luar Pulau Bunguran masih mengandalkan kapal kayu yang tak memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Pelaksana tugas Kepala Bagian Ekonomi Setda Natuna, Agino Riko, mengatakan Bupati Natuna telah mengirim surat resmi kepada Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga di Batam. Surat tersebut berisi permintaan agar Pertamina meninjau ulang pola distribusi dan mengganti armada yang tidak layak.

“Sudah kami sampaikan secara resmi, tapi hingga kini belum ada tindak lanjut,” ujar Riko, kemarin.

Menurut Riko, pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap keselamatan distribusi minyak tanah, terutama setelah insiden kebakaran kapal pengangkut BBM tujuan Kecamatan Subi beberapa waktu lalu.

“Peristiwa itu menjadi peringatan agar kejadian serupa tidak terulang dan mengganggu pasokan minyak tanah bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berharap Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh agar distribusi BBM bersubsidi di wilayah perbatasan berjalan aman dan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyaluran Bahan Bakar Minyak. Aturan itu mewajibkan kapal pengangkut BBM memenuhi standar keselamatan pelayaran.

“Setelah insiden itu, distribusi solar dan pertalite sudah menggunakan kapal standar. Hanya minyak tanah yang belum dievaluasi,” ujar Riko. (*)

Advertisement

Trending