Natuna
Pemkab Natuna Minta Pertamina Evaluasi Transportasi Minyak Tanah Antar-Pulau, Khususnya Armada Kapal Kayu
Natuna, Kabarbatam.com – Pemerintah Kabupaten Natuna mendesak Pertamina Patra Niaga Wilayah Kepulauan Riau untuk segera mengevaluasi sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah bersubsidi ke wilayah kepulauan.
Pasalnya, hingga kini penyaluran ke sejumlah kecamatan di luar Pulau Bunguran masih mengandalkan kapal kayu yang tak memenuhi standar keselamatan pelayaran.
Pelaksana tugas Kepala Bagian Ekonomi Setda Natuna, Agino Riko, mengatakan Bupati Natuna telah mengirim surat resmi kepada Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga di Batam. Surat tersebut berisi permintaan agar Pertamina meninjau ulang pola distribusi dan mengganti armada yang tidak layak.
“Sudah kami sampaikan secara resmi, tapi hingga kini belum ada tindak lanjut,” ujar Riko, kemarin.
Menurut Riko, pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap keselamatan distribusi minyak tanah, terutama setelah insiden kebakaran kapal pengangkut BBM tujuan Kecamatan Subi beberapa waktu lalu.
“Peristiwa itu menjadi peringatan agar kejadian serupa tidak terulang dan mengganggu pasokan minyak tanah bagi masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berharap Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh agar distribusi BBM bersubsidi di wilayah perbatasan berjalan aman dan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyaluran Bahan Bakar Minyak. Aturan itu mewajibkan kapal pengangkut BBM memenuhi standar keselamatan pelayaran.
“Setelah insiden itu, distribusi solar dan pertalite sudah menggunakan kapal standar. Hanya minyak tanah yang belum dievaluasi,” ujar Riko. (*)
-
Natuna2 hari agoPemkab Natuna Perketat Pengawasan Dana Desa, Dua Kades Diberhentikan Sementara
-
Batam24 jam agoKebakaran Hebat Landa Pusat Kuliner Mega Legenda, Warga Panik dan Berhamburan
-
Headline2 hari agoWarga Batam Kini Bisa Terbang Langsung ke Kuala Lumpur, Harga Mulai Rp899 Ribuan
-
Batam3 hari agoAmat Tantoso: Media Harus Jeli Membaca Peluang di Tengah Gejolak Global
-
Bintan2 hari agoDua Pekerja Terseret Arus di Perairan Pulau Poto Bintan: Satu Orang Meninggal, Satu Lainnya Dalam Pencarian
-
Batam1 hari agoOmbudsman Kepri Minta Pemerintah Ungkap Aktor Penyelundupan 1.897 Ton Beras Ilegal di Karimun
-
BP Batam23 jam agoBatam Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp69,30 Triliun
-
Batam12 jam agoBEM FISIP UMRAH Desak Pemerintah Tegas Awasi Tambang Ilegal di Karimun



