Connect with us

Batam

Personel Lanud Hang Nadim Bantu Pemerintah Bongkar Bangunan Bekas Pasar Induk Jodoh

Published

on

Foto Lanud Hang Nadim, Pasar Induk di gusur, Pasar Induk Jodoh, Pedagang Pasar Induk Jodoh, personel lanud hang nadim, tim terpadu tertibkan pasar induk jodoh

Batam, Kabarbatam.com – Beberapa personel TNI AU Lanud Hang Nadim ikut membantu pemerintah dalam kegiatan pembongkaran bangunan bekas Pasar Induk Jodoh, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Senin (26/07/2021).

Pembongkaran bangunan tersebut diawali dengan apel bersama yang pimpin Sekda Kota Batam, Jefridin. Apel dilakukan di lapangan parkir Hotel Pasific Jodoh.

Bekas bangunan Pasar Jodoh tersebut, merupakan aset pemerintah. Rencananya akan kembali dilakukan pembangunan dengan konsep yang baru.

Dalam apel, Sekda juga menyampaikan pesan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Dimana petugas tim terpadu dari unsur TNI- Polri, Ditpam serta Satpol PP, agar dapat dengan tenang jika seandainya ada protes dari warga.

Foto Lanud Hang Nadim, Pasar Induk di gusur, Pasar Induk Jodoh, Pedagang Pasar Induk Jodoh, personel lanud hang nadim, tim terpadu tertibkan pasar induk jodoh

“Pak Wali Kota juga berpesan, hadapi dengan tenang, jangan marah-marah. Dimana, masyarakat saat ini dalam kondisi yang mudah terpancing emosinya,” ucap Sekda.

Sementara itu, Jefridin menyebutkan bahwa bekas lokasi bangunan tersebut nantinya akan kembali dibangun dengan bangunan yang modern. Akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.

“Pembongkaran ini juga sudah melalui proses yang benar, dan juga sudah lama. Nanti akan kembali dibangun ulang dan biayanya dari pemerintah pusat,” kata Jefridin.

Sebelum dilakukan pembongkaran aset milik pemerintah itu, juga telah dilakukan sosialisasi terhadap warga. Bahkan, pemerintah juga memberikan pagar keliling di lokasi bekas bangunan pasar.

“Karena ini aset pemerintah, jadi sudah saatnya kita melakukan perbaikan. Kita lakukan pembongkaran dan akan kembali dibangun,” ucapnya.

Untuk waktu pembongkaran tersebut, diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari ke depan. (*)

Advertisement

Trending