Connect with us

Headline

Prospek Cangkang Sawit di Karimun, Pengiriman Ribuan Ton ke Bintan setara Rp1,6 Miliar

Published

on

Foto Cangkang sawit, karimum, kelapa sawit, sawit di karimun
Cangkang sawit atau Palm Kernel Shells yang juga bernilai ekonomis.

Karimun, Kabarbatam.com – Tidak dipungkiri bahwa kelapa sawit adalah komoditas yang hampir semua bagiannya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Sebut saja manfaat kelapa sawit yang hingga saat ini menjadi bahan baku utama untuk pengolahan minyak goreng, bahan bakar dan margarin.

Kemudian, ampas dari kelapa sawit juga sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan pada hewan ternak.

Namun, siapa sangka bahwa limbah berupa cangkang sawit (Palm Kernel Shells) juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Seperti yang dilakukan oleh Stasiun Karantina Pertanian Karimun saat memeriksa sebanyak 550 ton cangkang sawit senilai Rp 192,5 juta di Kampung Asam, Kecamatan Kundur Utara.

Okta, pejabat Karantina Pertanian Karimun yang melakukan pemeriksaan tersebut mengatakan, ratusan ton cangkang sawit itu akan dikirim ke Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

“Pengiriman cangkang sawit ke Kabupaten Bintan ini merupakan pengiriman pertama di tahun 2021,” ujar Okta, Jumat (26/2/2021).

Foto Cangkang sawit, karimum, kelapa sawit, sawit di karimun

Ia menjelaskan, bahwa sepanjang tahun 2020, perusahaan yang mengelola cangkang sawit itu telah mengirim sebanyak delapan kali dengan volume 4.590 ton.

Volume cangkang sawit tersebut, kata dia, setara senilai Rp1,6 miliar.

“Selain cangkang sawit, perusahaan ini juga mengirim minyak dan kernel sawit ke Dumai. Kami juga tetap melakukan pemeriksaan terhadap cangkang sawit ini,” jelas Okta.

Kelapa sawit memang memiliki prospek yang menjanjikan karena tidak hanya dalam bentuk mentahnya saja yang bernilai karena limbahnya pun masih dapat dimanfaatkan.

Sehingga, kedepannya Stasiun Karantina Pertanian Karimun berharap cangkang sawit ini juga bisa diekspor ke negara lain.

“Kita berharap cangkang sawit dari Karimun ini bisa diekspor ke luar negeri, sehingga dapat menambah nilai jualnya sekaligus devisa negara,” ucap Okta. (Yogi)

Advertisement
Bp Batam

Trending