Connect with us

Lingga

Ratusan Warga Lokal Terserap di Perkebunan Sawit Lingga

Published

on

KUTIPAN LINGGA (91)
Warga lokal bekerja di perkebunan kelapa sawit di wilayah Lingga sebagai alternatif mata pencaharian saat cuaca ekstrem

Lingga, Kabarbatam.com – Keberadaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Lingga Utara hingga Lingga Timur memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat setempat. Di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan, sektor perkebunan ini menjadi alternatif mata pencaharian, khususnya bagi warga pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Bagi nelayan di wilayah Kabupaten Lingga, faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam mencari nafkah. Saat angin kencang dan gelombang tinggi melanda, aktivitas melaut tidak memungkinkan untuk dilakukan. Dalam kondisi tersebut, pekerjaan di perkebunan sawit menjadi sumber penghasilan pengganti yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau angin kencang, kami tidak bisa ke laut. Dengan bekerja di kebun, setidaknya masih ada penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar seorang warga setempat.

Sejak mulai beroperasi, perkebunan sawit tersebut telah menyerap ratusan tenaga kerja, dengan mayoritas berasal dari masyarakat lokal. Para pekerja terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga pekerjaan teknis di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, hingga saat ini perkebunan sawit di wilayah tersebut mempekerjakan sekitar 280 tenaga kerja borongan dan 125 karyawan tetap. Jumlah tersebut dinilai berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran, khususnya di kawasan pesisir.

“Masyarakat lokal yang kerja di situ,” kata seorang warga lainnya.

Saat ini, perusahaan pengelola masih berada pada tahap pembibitan dan pemeliharaan tanaman. Meski belum memasuki masa panen, aktivitas operasional yang berjalan telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Bagi sebagian warga, keberadaan perkebunan sawit menjadi penopang ekonomi ketika sektor perikanan tidak dapat diandalkan akibat kondisi cuaca. Masyarakat berharap, ke depan, keberadaan perkebunan tersebut dapat terus memberikan manfaat secara berkelanjutan serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial di wilayah Lingga.

Advertisement

Trending