Connect with us

Natuna

Rayakan Hari Jadi ke-26, Natuna Kini Menjelma Jadi Kawasan Strategis yang Diperhitungkan

Published

on

Img 20251012 wa0101
Pantai Piwang di Ranai berubah menjadi lautan warna, Minggu (12/10), ketika ribuan warga memadati arena karnaval budaya memperingati Hari Jadi ke-26 Kabupaten Natuna.

Natuna, Kabarbatam.com – Pantai Piwang di Ranai berubah menjadi lautan warna, Minggu (12/10), ketika ribuan warga memadati arena karnaval budaya memperingati Hari Jadi ke-26 Kabupaten Natuna.

Sebanyak 14 kelompok dari berbagai kecamatan menampilkan busana adat dan tarian tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya daerah.

Bupati Natuna Cen Sui Lan hadir bersama suaminya, Raja Mustakim, didampingi Wakil Bupati Jarmin Sidik, anggota DPD RI asal Kepri Ria Saptarika, sejumlah anggota DPRD Kepri Dapil Natuna, serta jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka menambah semarak acara yang sejak pagi telah disesaki penonton.

Sorak penonton mengiringi langkah peserta karnaval yang menari di sepanjang rute pantai. Setiap kelompok menonjolkan ciri khas masing-masing — dari busana nelayan tradisional, remaja berbalut songket bertema pelestarian budaya lokal.

Selain karnaval, perayaan hari jadi juga diisi lomba memasak khas daerah dan upacara peringatan di Lapangan Serindit. Dalam amanatnya, Bupati Cen mengingatkan pentingnya momentum ulang tahun daerah sebagai ajang memperkuat persatuan dan kebanggaan identitas lokal.

“Natuna harus terus berbenah dan tumbuh menjadi daerah yang maju tanpa meninggalkan jati diri budayanya,” ujar Cen.

Img 20251012 wa0102

Memperingati hari jadi ke 26, Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar upacara peringatan HUT ke-26 di Pantai Piwang. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Cen, dihadiri Wakil Bupati Jarmin, Ketua DPRD Rusdi, jajaran Forkopimda, seluruh kepala OPD, tokoh masyarakat, dan ribuan warga Natuna.

Sebanyak 847 peserta terlibat dalam pengibaran bendera merah putih, disusul berbagai rangkaian upacara lainnya yang berlangsung khidmat.

Dalam sambutannya, Bupati Cen menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan bagi para pendiri Natuna dan pengingat akan tanggung jawab untuk terus membangun wilayah strategis ini.

“Natuna bukan hanya rumah bagi masyarakat yang gigih dan berbudaya, tapi juga penjaga kedaulatan bangsa. Dari sini, Indonesia menatap dunia,” ucapnya.

Dua puluh enam tahun perjalanan pemerintahan Natuna, lanjut Cen, telah membawa perubahan besar. Dari daerah terpencil yang serba terbatas, kini Natuna menjelma menjadi kawasan strategis yang diperhitungkan secara nasional maupun internasional.

Terletak di jalur pelayaran internasional Laut Natuna Utara, kabupaten ini menyimpan cadangan gas alam terbesar di Asia Tenggara, termasuk blok strategis East Natuna dan Tuna Block. Potensi energi itu menempatkan Natuna sebagai pilar penting dalam peta energi nasional sekaligus bagian dari rantai pasokan global.

Selain energi, Natuna juga berperan vital dalam sistem pertahanan maritim Indonesia. Di wilayah ini berdiri pangkalan terpadu TNI, markas operasi udara dan laut yang menjaga perbatasan utara Indonesia dari ancaman lintas batas.

Namun, di balik posisi strategis itu, masih tersisa tantangan besar: kesenjangan pembangunan antarwilayah dan keterbatasan infrastruktur dasar di pulau-pulau terluar.

Karena itu, Cen menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan Natuna yang tangguh dan mandiri.

Rangkaian peringatan HUT ke-26 masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan, menampilkan pameran pembangunan, pertunjukan seni daerah, dan hiburan rakyat, seperti panjat pinang dan gasing. (*)

Advertisement

Trending