Connect with us

Batam

Literasi Digital Kominfo, Robertus Sebut Pandemic Membuat Orang Pintar Dunia Digital

Published

on

Foto Era Digital, Kominfo, literasi digital, Robertus, Wali Kota Batam

Batam, Kabarbatam.com, Robertus Caesarevan Luxury Hotelier, Business Traveller, dan Influencer menyebutkan, walaupun ada pandemic, semua kegiatan baik itu belajar maupun bekerja dapat dilakukan secara digital dan membuat orang-orang menjadi lebih pintar di dunia digital.

Hal ini disampaikan Robertus saat acara webinar yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital.

Menurut Robertus, transformasi digital menjadikan perubahan baik positif maupun negatif. Harus lebih memperhatikan lagi persetujuan yang diajukan aplikasi, jangan langsung setuju dan memberikan akses yang terlalu luas pada gawai atau data informasi pribadi seseorang.

Sementara Kiki Rizki Dasaryandi yang juga pemerhati kesehatan Kota Batam mengatakan soal Bahaya Pornografi Bagi Perkembangan Otak Anak.

Menurut Kiki,  ciri-ciri pecandu pornografi diantaranya, jika diajak berbicara menghindari kontak mata, kurang bergairan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, perilaku mulai impulsive, suka berbohong, dan emosinya mudah naik, serta sulit menjalin hubungan dengan orang sekitar.

Menurutnya, pengaruh pornografi dapat merusak otak, sulit merencakan masa depan, sulit berpikir kritis, sulit memahami benar dan salah,  dan sulit mengendalikan diri.

Sedangkan Susi Marni dari STEIAR & HIPKA KEPRI menjelaskan soal tema Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital yang menurutnya peran komunitas Akademik dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mendukung pendidikan dan memotivasi anak agar semangat dalam belajar di era digital.

Peran dari komunitas masyarakat luas yang turut berperan betapa pentingnya pendidikan guna mendukung dan memotivasi anak-anak untuk terus sekolah memanfaat era digital.

Website menjadi kebutuhan bagi komunitas akademika di era digital dan berperan sebagai kredibilitas, tampilan profil, saran promosi, kualitas layanan, dan update informasi.

Sementara Maman Suherman selaku penulis, Presenter, Pembicara, dan Konsultan Media dan Kreatif menjelaskan soal Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital yang menurutnya, dampak jejak digital seperti, penyalahgunaan data oleh peretas, pengajuan beasiswa dan masuk universitas, melamar pekerjaan, serta pengajuan pinjaman, persewaan, dan jual beli.

Cara menjaga jejak digital tetap positif diantaranya, diet bermedsos, jangan melakukan hal negatif, jangan sembarangan sebar data pribadi, jangan sebar informasi yang berpotensi menimbulkan masalah, dan menebar positif di dunia maya.

Dampak positif media sosial dan dunia maya adalah berbagi informasi dan belajar bersama, bantuan darurat, dan saling mendukung untuk bersama beramal dan saling mambantu.

Kegiatan Kominfo ini dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital dengan tujuan untuk meng edukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Sebagai Keynote Speaker, Wali Kota Batam yaitu Muhammad Rudi, memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Bp. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.(*)

Advertisement

Trending