Connect with us

Batam

Sejumlah Lapangan Golf di Singapura Tutup, Batam Akan Dapat Limpahan 50 Ribu Pegolf Asing

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20240904 150859
General Manager Palm Springs Golf & Country Club Batam, Steven Japari, saat menyampaikan paparannya terkait update lapangan golf Palm Springs & Country Club, di acara Sinarmas Land Media Networking, belum lama ini.

Batam, Kabarbatam.com – Industri pariwisata Batam sedang menggeliat. Banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam. Mereka tak sekadar datang menikmati suasana Batam, atau berbelanja dan sekadar menikmati aneka kulinernya.

Namun tak sedikit wisman yang datang berkunjung ke Batam menghabiskan waktu untuk berolahraga golf. Salah satunya di Nongsa, tepatnya di lapangan golf Palm Springs & Country Club Nongsa Kota Batam. Lapangan golf ini menjadi incaran para wisman dan golfer tanah air maupun mancanegara untuk menghabiskan waktu liburnya bermain golf sekaligus menikmati suasana pantainya yang mempesona.

Dalam beberapa bulan terakhir, para golfer dan pecinta golf di negeri jiran yakni Malaysia dan Singapura semakin intens datang ke Batam. Salah satu penyebabnya, karena sejumlah lapangan golf di Singapura tutup.

Yang terbesar, lapangan Golf Marina Bay ditutup permanen setelah 18 tahun beroperasi akibat kebijakan restrukturisasi penggunaan lahan di Singapura. Tak heran bila penyewa dan pemain golf berbondong-bondong datang ke Batam.

Selain akses ke Batam dekat, beberapa kemudahan dan kenyamanan juga didapat pegolf saat bermain di Batam.

Img 20240904 141033

General Manager Palm Springs Golf & Country Club, Steven Japari.

General Manager Palm Springs Golf & Country Club Batam, Steven Japari, mengatakan, pihaknya sudah mendengar sudah ada sekitar 6 hingga 7 lapangan golf yang ditutup di Singapura.

Bahkan dalam dua tahun ke depan satu lapangan golf lainnya juga ikut menyusul tutup. Saat ini saja, ada sekitar 50 ribu golfer atau pemain golf di Singapura, sudah termasuk ekspatriat yang menetap di negeri Singa itu.

”Kita melihat situasi penutupan sejumlah lapangan golf di sana akan menjadi potensi market bagi Batam. Ini peluang besar untuk menarik para pegolf tersebut datang ke Batam,” kata Steven dalam acara Sinar Mas Land Media Networking, di Palm Springs Golf and Coutry Club Nongsa, Batam, Rabu (04/09)

Ditambahkan Steven, khusus untuk lapangan Golf Palm Spring merupakan lapangan golf dengan luas 244 hektare dan diklaim sebagai lapangan golf terbesar di Batam. Setiap tahunnya sekitar 40.000 golfer dari berbagai negara serta lokal tercatat bermain di Palm Spring.

Selain Batam, Johor Bahru juga sedang giat-giatnya menarik para golfer Singapura untuk datang bermain di wilayahnya. Pegolf Singapura yang ingin ke Johor cukup melalui darat, tanpa harus membayar tiket feri yang mahal, seperti ke Batam. Hanya saja, kendaraan harus antre panjang jika akan memasuki perbatasan Johor-Singapura. Bisa memakan waktu 1 hingga 4 jam untuk bisa masuk ke Johor.

Dikatakan Steven, bagi golfer asal Singapura atau Malaysia yang bermain golf di Batam akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan, sebab hanya di lapangan golf di Batam yang menyediakan jasa caddy untuk menemani dan membantu golfer selama bermain.

Img 20240904 141012

”Para golfer Singapura atau Malaysia tidak ada fasilitas seperti bantuan jasa caddy, saat kita bertanding atau main. Nah keunggulan  kita di Batam, paket bermain golf sudah termasuk ada bantuan jasa caddy,” kata Steven.

Menurut Steven, potensi golfer asal Singapura jika bermain di Batam dalam setahun sekali saja telah dapat meraup keuntungan sebesar Rp60 Miliar.

”Artinya tiap lapangan golf di Batam akan berpeluang merebut potensi market senilai Rp8,9 miliar lebih,” kata Steven.

Menurut Steven, di satu sisi masalah biaya tiket ferry yang menghubungkan Batam – Singapura dinilai sangat mahal dibandingkan dengan situasi sebelumnya. “Ini harus diperhatikan lagi oleh pihak terkait,” kata Steven.

Tapi, dengan diterbitkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 95 Tahun 2024 Tentang Bebas Visa Kunjungan, akan menjadi harapan besar bagi Kepri dalam menggairahkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

”Ada harapan untuk bisnis golf di Kepri dari Perpres No 95 soal bebas visa kunjungan, terkhusus untuk ekspatrial di Singapura dimudahkan datang ke Kepri,” tambah Steven. sekadar diketahui, lapangan golf di Palm Springs Nongsa terdiri dari 27 hole + 1 hole bagi pegolf yang baru belajar atau ingin berlatih bermain golf.

Dijelaskan juga, untuk mendukung kehadiran golfer Singpura ini, di lapangan Golf Palm Springs & Country Club telah beroperasi layanan sewa kamar dengan Harga per malam Rp500 ribu. Total ratusan kamar, dengan sistem Kerjasama investasi dari pembeli unit apartemen di Tower Kalani dan Kaina. Sistem pemesanan bisa di cek ke REOTEL. (*)

Advertisement

Trending