Connect with us
Puri Selebriti Batam Himalaya Batam BSC Mall

Lingga

Sekelumit Cerita Kasi Surveilan Dinkes Lingga Perangi Covid

Published

on

Kasi Surveilan Dinkes Lingga
Melyanti, Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Lingga | Foto : Fikri

Lingga, Kabarbatam.com – Bertugas sebagai Kasi Surveilan dan Imunisasi di Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Lingga, sosok Melyanti sangat aktif dalam memberikan edukasi pentingnya protokol kesehatan, vaksinasi dan melakukan pendataan capaian vaksinasi.

Rutinitas pendataan dan edukasi pentingnya vaksinasi itu aktif ia lakukan disetiap harinya sejak wabah virus corona masuk ke Lingga, bahkan kata Melyanti, ia beraktivitas hingga malam hari ketika memberikan imbauan protokol kesehatan dan pendeteksian dini virus Covid-19 bersama tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga yang terdiri dari unsur TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.

“Saat waktu itu kasus Covid melonjak dan beberapa wilayah berada pada zona merah, saya selalu ikut bersama tim Satgas Covid-19 melakukan patroli prokes dan melakukan monitoring penumpang kapal yang masuk dari pelabuhan Jagoh, pendeteksian itu tidak hanya dilakukan pada kapal yang masuk siang hari tapi juga pada malam hari di kapal Roro,” ungkap Melyanti, Sabtu (23/10/2021)

Sosok wanita yang telah memiliki satu anak ini juga menceritakan, ketika kasus Covid-19 melonjak, saat usai melaksanakan tugas penyelidikan epidemologi bertemu dengan banyak orang, yang menurutnya rentan terpapar virus corona, sebelum benar-benar memastikan dirinya bersih dari virus corona, ia tidak langsung pulang kerumah atau melakukan kontak dengan orang disekitarnya dikarenakan takut membawa dan menularkan virus yang mematikan ini pada orang-orang yang ia cintai dan sayangi.

“Siapa saja dapat terpapar virus ini, termasuk saya, jadi waktu itu ketika kasus Covid masih tingginya dan kita Lingga sempat blocking area, usai bertugas, ketika saya merasakan gejala yang aneh saya tidak pulang kerumah tapi nginap di posko Covid. Saya tidak ingin pulang kerumah membawa penyakit pada orang-orang yang kami sayangi,” kata Melyanti

Melyanti mengaku, pernah merasakan gejala yang mengarah pada Covid-19 namun setelah dilakukan tes PCR hasilnya negatif, hal itu dialaminya sebanyak dua kali. Atas dasar itu juga, Melyanti mengingatkan pada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan dengan tujuan agar setiap individu yang beraktivitas di luar, lalu pulang kerumah tidak membawa virus Covid-19 pada keluarga dan tetangganya. Karena kata Melyanti, virus ini tidak tampak dengan mata telanjang dan ketika terpapar tidak semena-mena langsung dirasakan efeknya.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum terpapar, tapi 2 kali merasakan gejala kearah Covid. Yang penting itu disiplin Prokes dan vaksin, Insya Allah kita aman dan terlindungi dari virus ini. Mari sayangi diri, keluarga dan kerabat kita. Meski saat ini kasus aktif Covid kita nol, tapi kita harus tetap waspada,” kata Melyanti

Sosok Melyanti dalam mensukseskan vaksinasi dan mengedukasi terkait protokol kesehatan diketahui tidak hanya sebatas memonitoring data dibalik monitor laptop dan duduk di kursi kantor, namun disetiap kesempatan ia tampak hadir turun langsung ke puskesmas yang berada di wilayah pulau-pulau.

“Disetiap kesempatan seperti program dari TNI-Polri Nasi Kapau dan Gurindam saya juga turut ikut turun ke pulau-pulau seperti di pulau Pekajang, Mentude, Suak Buaye, Pulau Mas, Benan, Senayang, Tajur Biru dan beberapa pulau lainnya. Disana kita selain melaksanakan vaksinasi juga memberikan edukasi pentingnya vaksinasi dan protokol kesehatan,” ungkap Melyanti

Menurut Melyanti, mayoritas masyarakat yang berada di pulau-pulau bukan takut efek dari vaksinasi tapi mereka takut akan jarum suntik. Untuk itu peran petugas dan masyarakat yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi diharapkan turut ambil bagian dengan membantu menyampaikan pada kerabat dan keluarganya yang belum di vaksin bahwasanya suntikan vaksinasi itu tidaklah sakit seperti yang mereka bayangkan.

“Masyarakat kita yang berada di pulau-pulau pada dasarnya bukan takut sama vaksinnya, tapi takut disuntik, maka dari itu kita harapkan pada masyarakat yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi dapat kembali menceritakan pengalamannya ke orang-orang yang belum di vaksin, bahwa efek dan disuntik vaksin itu tidak sakit, jarumnya juga kecil,” kata Melyanti

Melyanti mengaku upaya bersama tenaga kesehatan, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menekan terkonfirmasi Covid-19 terbilang efektif, yang mana kata Melyanti, sejak 16 Oktober 2021 lalu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lingga nihil dan 13 wilayah Kecamatan se-Kabupaten Lingga berada pada zona hijau.

“Alhamdulillah, setelah capaian vaksinasi Lingga 80 persen, saat ini nihil kasus aktif. Tentunya ini berkat kerjasama dan kerja keras semua pihak seluruh elemen masyarakat. Terimakasih juga dukungan yang luar biasa dari Kapolres Lingga, Pabung, Danlanal dan Pemkab Lingga yang tidak pernah tinggal diam ketika kami menyampaikan kendala di lapangan,” ungkap Mel

Sementara pada capaian vaksinasi, diungkapkan Melyanti pada 22 Oktober 2021, sasaran vaksinasi pada usia 18 tahun keatas tervaksin sebanyak 54.531 jiwa atau 81,07 persen dari target sasaran sebanyak 67.266 jiwa, lalu pada sasaran vaksinasi usia 12-17 tahun tervaksin sebanyak 8.365 jiwa datau 79,31 persen dari target sasaran 10.547 jiwa.(Fikri)

Trending