Connect with us

Seleb

Sempat Menuai Reaksi Keras, Saipun Jamil Mengaku Tak Ada Maksud Glorifikasi

Published

on

saipul jamil

Kabarbatam.com -Kebebasan Saipul Jamil dari Lapas Kelas 1 Cipinang Jakarta Timur Kamis (2/9) menuai reaksi keras dari netizen dan sejumlah tokoh publik. Mereka menilai penyambutan dengan prosesi pengalungan bunga dan menggunakan mobil mewah sangat berlebihan dan termasuk glorifikasi.

Netizen menganggap hal itu sangat tidak pantas. Apalagi kasus yang menjerat Saipul Jamil adalah kasus asusila yang tentu akan sangat menyakiti hati korban apabila ia belum sembuh dari trauma yang dialaminya.

Kebebasannya dianggap glorifikasi, Saipul Jamil tidak setuju. Dia dan keluarga mengaku tidak tahu terkait penyambutan dirinya yang tiba-tiba ada prosesi pengalungan bunga dan dijemput dengan menggunakan mobil mewah.

’’Saya tidak tahu. Mungkin teman-teman mau ngasih yang terbaik untuk saya. Dari kaca mata kami, kami tidak pernah ada maksud (glorifikasi, Red). Mungkin mereka cuma mau membahagiakan saya. Karena di dalam susah, pedih, perih,” kata Saipul Jamil dalam akun YouTube-nya, Sabtu (11/9).

Samsul, kakak sekaligus manajer Saipul Jamil juga membantah adanya glorifikasi di hari kebebasan Saipul Jamil. Keluarga berusaha menyambut secara sederhana lelaki yang akrab disapa Bang Ipul setelah 5 tahun 7 bulan menjalani hukuman penjara. Keluarga melakukan penyambutan sewajarnya saja.

Samsul mengaku kalungan bunga itu bukan dibawa oleh keluarga. Melainkan dibawa oleh Indah Sari dan juga Ayukila. ’’Ayukila ini orang dalam yang menangani selama Saipul Jamil di dalam menjalani masa tahanan. Bukan cuma Bang Ipul saja yang mendapat itu, yang lain juga mendapatkan yang sama,” papar Samsul.

Sementara itu, Ketua KPI Agung Suprio mengungkapkan upaya glorifikasi terhadap Saipul Jamil juga terjadi di program televisi. Ada salah satu program TV memperlakukan bak pahlawan diberikan kalungan bunga. ’’Bahkan pahlawan enggak gitu juga kali. Dikalungin seolah-olah dia tidak bersalah. Publik tidak suka kenapa? Dia diperlakukan seperti pahlawan,” kata Agung Suprio dalam podcast Deddy Corbuzier.

Agung juga mengungkapkan, kasus narkoba dan pelecehan seksual adalah dua yang sangat berbeda. Dalam kasus penyalahgunaan narkoba, artis-artis yang ditangkap lebih banyak sebagai korban. Sementara kasus asusila yang menjerat Saipul Jamil, dia adalah pelaku kejahatan seksual. Yang bisa saja melakukan aksi serupa di masa yang akan datang.

’’Kita melihat dari berbagai referensi dari luar negeri (pelaku pelecehan seksual) memang dibatasi. Bahkan ada di suatu negara dikasih alat, ada tracker-nya, meskipun sudah menjalani hukuman. Karena potensi itu bisa muncul kembali,” ungkapnya.

KPI mengakui sudah melayangkan surat kepada semua stasiun televisi untuk tidak menggunakan Saipul Jamil sebagai talent demi melindungi publik supaya tidak permisif terhadap kasus pelecehan seksual. Saipul Jamil hanya diperbolehkan tampil di acara televisi untuk tujuan edukasi.

Pelarangan Saipul Jamil tampil di televisi disebut Agung Suprio sempat mengundang perdabatan cukup tajam di antara komisioner. Di satu sisi ada hak asasi yang harus dijaga namun di sisi lain ada etika dan kepatutan publik. “Ini perdebatannya antara HAM dan etika. Itu perdebatan kencang di komisioner,” tutur Agung Suprio.(*)

Advertisement

Trending