Connect with us

Batam

Tiga Proyek Pembangunan Dimenangkan Kontraktor Luar Kepri, Warga Duga Ada Kejanggalan

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20220404 wa0060
Foto ilustrasi

Batam, Kabarbatam com – Beberapa pelelangan proyek pembangunan dan juga pemeliharaan di Provinsi Kepri dimenangkan oleh kontraktor asal luar wilayah Kepri, salah satunya yakni Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal ini menimbulkan banyak dugaan di masyarakat tentang adanya pemenang lelang yang diduga sudah di atur. Tak heran bila ada yang mengatakan bahwa lelang tersebut seperti “arisan”.

Berikut beberapa proyek yang dimenangkan oleh kontraktor dari Kalimantan Selatan:

1. Pemeliharaan Jembatan 2 Dompak tahun 2020 nilai Pagu Rp9.003.673.835.71, Pemenang PT. Wassenar Karya Marga yang beralamat di Jalan Pembangunan 1 No. 8 Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel)

2. Pemeliharaan Jembatan 2 Dompak tahun 2021 nilai Pagu Rp.4.750.000.000, Pemenang PT. Pandji Pratama Indonesia yang beralamat di Jalan Pembangunan 1 No.10 Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan(Kalsel)

3. Pembangunan Flyover Basuki Rahmat di jalan Ramayana dan persimpangan jalan Melayu, Batu 8 Atas, Kota Tanjungpinang, tahun 2022 nilai pagu Rp.59.999.710.065.81, Pemenang PT. Pandji Bangun Persada yang beralamat di jalan Pembangunan 1 No.6 Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Berdasarkan data tersebut, seorang nara sumber mengatakan bahwa diduga ada kejanggalan dalam penetapan pemenang lelang tersebut.

“Ini aneh dan wajar kalau kami sebagai masyarakat menduga ada kejanggalan dalam penetapan lelang tersebut. Dan ini sebenarnya lelang atau arisan?” ungkap nara sumber yang enggan di sebut namanya, Senin (4/4/2022).

“Saya bilang arisan, ini dari tahun 2020, 2021, dan 2022 yang menang kontraktor dari asal daerah yang sama, bahkan alamat mereka sama hanya beda nomor gedung saja,” sambungnya.

Hal ini sangat disayangkan, kenapa tidak ada kontraktor asal wilayah Kepri yang diberikan kesempatan untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut. Apakah tidak ada kontraktor lokal yang mampu mengerjakan proyek sebesar itu?

Ia berharap agar pihak terkait dapat menyelidiki dugaan kejanggalan dalam penetapan lelang proyek tersebut.

“Ini berturut-turut dari tahun 2020 sampai 2022, semoga pihak terkait dapat menyelidiki agar anggapan masyarakat atas adanya dugaan kejanggalan dalam penetapan pemenang lelang tersebut dapat terjawab,” terangnya.

Dijelaskannya, melihat nilai proyek yang tidak sedikit tentunya masyarakat juga sangat berharap agar proyek tersebut berhasil dengan sempurna dan uang masyarakat tersebut tidak menjadi sia-sia.

Hingga berita ini dipublikasikan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Rodi Yantari saat dikonfirmasi masih belum bersedia memberikan tanggapannya. (R/Atok)

Advertisement

Trending