Connect with us

BP Batam

Ukir Sejarah, Kapal MV SITC Hakata Direct Call Batam-China, Muhammad Rudi Harapkan Nilai Ekspor Impor Meningkat

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20240331 Wa0158
Kepala BP Batam Muhammad Rudi saat memberikan kata sambutan di acara Pelayaran Perdana Kapal Kargo MV SITC Hakata rute Batam - China.

Batam, Kabarbatam.com – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi berharap, nilai ekspor-impor di Kota Batam terus meningkat sepanjang tahun 2024.

Harapan Muhammad Rudi ini berasalan. Seiring pelayaran perdana kapal kargo MV SITC Hakata rute Batam – China. Ini merupakan sejarah perdana dalam industri kepelabuhanan di Batam di mana kapal kapal yang mengangkut barang ekspor melakukan pelayaran langsung atau direct call ke negara tujuan dari Pelabuhan Batuampar Batam.

Img 20240331 Wa0159

Muhammad Rudi meyakini, pelayaran langsung tersebut akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekspor-impor di Kota Batam ke depan.

Sehingga, kemudahan yang ada dapat meningkatkan nilai ekspor maupun impor.

“Semua jadi lebih mudah dan akan mempengaruhi harga komoditas agar lebih terjangkau. Jadi, masyarakat pun bisa lebih sejahtera,” ungkap Muhammad Rudi di Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar, Minggu (31/3/2024).

Img 20240331 Wa0157

Di samping itu, Muhammad Rudi meyakini bahwa kebijakan terkait pelayaran langsung ini juga bertujuan untuk mewujudkan pelabuhan bongkar muat peti kemas berstandar internasional di Batam ke depannya.

Mengingat, BP Batam berkomitmen untuk terus menggesa pembangunan serta pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar agar mampu bersaing dengan pelabuhan modern lain. Baik di Indonesia maupun mancanegara.

Img 20240331 Wa0155

“Akses menuju ke Pelabuhan Batu Ampar juga terus dibangun dan diperbaiki. Sehingga, pelabuhan ini pun sudah siap untuk bersaing dan melayani bongkar muat berstandar internasional. Tugas kita adalah mendukung perkembangan dan kemajuan Batam saat ini,” tambah Rudi.

Img 20240331 Wa0156

Untuk diketahui, MV SITC Hakata memiliki panjang atau Length Over All (LOA) 162 meter. Dengan lebar atau Breadth 26 meter, kapal tersebut memiliki kapasitas 1032 TEUs.

Melalui kerja sama BP Batam dan PT Persero Batam, pelayaran langsung kapal tersebut menuju China pun diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan produktivitas Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar.

“Prosesnya harus lebih mudah ke depan. Kontrolnya pun harus diperketat sehingga Batam menjadi lebih maju, termasuk dalam aktivitas bongkar muat,” tutup Rudi. (*)

Advertisement

Nasional

Trending