Connect with us

Natuna

Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Natuna Tak Sekadar Seremoni Tapi Ada Kado Spesial, Apa itu?

Published

on

Img 20251010 wa0230
Bupati Natuna Cen Sui Lan dalam paripurna DPRD Natuna Jumat (10/10).

Natuna, Kabarbatam.com – Hari jadi Kabupaten Natuna ke-26 tahun ini terasa berbeda. Di Gedung DPRD Natuna, Bupati Cen Sui Lan tak sekadar menyampaikan pidato seremonial, melainkan membawa “Kado Spesial” bagi masyarakat dalam paripurna DPRD Natuna Jumat (10/10). Deretan capaian ekonomi dan pembangunan yang menandai kebangkitan daerah paling utara Indonesia itu.

Salah satu capaian penting ialah perjuangan Cen Sui Lan mendapatkan suntikan anggaran untuk pengoperasian SPAM Sebayar senilai Rp17 miliar dan pembangunan jalan pendukungnya senilai Rp41,6 miliar.

Dalam pidatonya, Cen memaparkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) Natuna pada 2024 turun menjadi 3,89 persen, dari sebelumnya 4,05 persen. “Meski masih di bawah rata-rata provinsi dan nasional, trend ini menunjukkan arah positif,” ujar Cen.

Pertumbuhan ekonomi daerah pun melesat. Pada triwulan II 2025, ekonomi Natuna tumbuh 18,7 persen, didorong sektor pertambangan dan penggalian sebesar 107,23 persen, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,51 persen, serta konsumsi rumah tangga 7,99 persen.

Namun di balik capaian itu, Cen mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran di tengah masa transisi kebijakan fiskal nasional 2025.

“Efisiensi bukan berarti memperlambat pembangunan, melainkan memastikan setiap rupiah memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sebagai bupati perempuan pertama Natuna, Cen menekankan transformasi daerah dari ketergantungan pada dana pusat menuju kemandirian ekonomi lokal. Ia mendorong penguatan tiga sektor unggulan: perikanan, pariwisata, dan pertanian.

Dalam delapan bulan kepemimpinannya, sejumlah program prioritas mulai berjalan, di antaranya:

1. Sekolah Rakyat dan program makan bergizi gratis bagi siswa.

2. Pembentukan 77 koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan.

3. Pemberantasan kemiskinan ekstrem bagi 665 penerima manfaat.

4. Penyaluran 17 ton bantuan pangan kepada 1.753 keluarga.

Di bidang ekonomi, pemerintah menyalurkan modal produktif untuk pelaku UMKM dan mempercepat pembukaan Pelabuhan Selat Lampa sebagai pelabuhan ekspor-impor.

Sektor kesehatan turut diperkuat. Empat puskesmas mendapat tambahan ambulans dan sarana IPAL, sementara kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Andalas dijalin untuk memperkuat SDM tenaga medis di Natuna.

Bidang pendidikan juga mendapat perhatian besar. Pemerintah mengalokasikan Rp10,4 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan sarana pendidikan dasar melalui APBN 2025.

Program beasiswa untuk 79 mahasiswa Natuna di berbagai perguruan tinggi negeri dan sekolah ikatan dinas terus dilanjutkan.

Untuk perlindungan sosial, pemerintah menanggung biaya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 449 pekerja informal seperti buruh, tukang ojek, dan petani. Di sektor pertanian dan perikanan, bantuan 36 ton pupuk NPK dan 44 ton dolomit disalurkan, disertai pendampingan bagi kelompok nelayan budidaya dan pengolah hasil laut.

Pembangunan infrastruktur dasar juga digenjot. Melalui dana APBN 2025, Natuna memperoleh Rp41,6 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 13 kilometer, Rp30,6 miliar untuk drainase, dan Rp17 miliar untuk optimalisasi SPAM Sebayar.

Selain itu, program insentif guru Bahasa Arab dan Al-Qur’an diberikan kepada 415 penerima, serta rekrutmen P3K bagi 1.024 tenaga honorer, ditambah 2.250 tenaga paruh waktu yang sedang dalam proses pengangkatan.

“Dihari ulang tahun Natuna tahun ini bukan berupa pesta, tapi bukti kerja. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan,” tegas Cen menutup pidatonya. (*)

Advertisement

Trending