Batam
Upah Ratusan Juta Belum Dibayar, Kontraktor PT Armada Baru Cakrawala Malah Digugat

Batam, Kabarbatam.com – Upah tak kunjung dibayar oleh PT Armada Baru Cakrawala, Rusli selaku kontraktor untuk perusahaan PT Armada Baru Cakrawala malah digugat ke Pengadilan Negeri Batam, pada Jum’at (13/11/2020).
Hal ini dijelaskan oleh Wan Darmayana Achmayu, S.H, M.H., selaku kuasa hukum Rusli, pada Jum’at, (13/11/2020) kepada wartawan bertempat di dibilangan Batam Center.
Wan Darmayana mengatakan, peristiwa ini bermula pada bulan Agustus 2019, dimana pihak kontraktor mengikat kesepakatan janji pemborongan pekerjaan dengan PT. Armada Baru Cakrawala.
Kesepakatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak tersebut, berupa pekerjaan pemotongan lahan tanah dari Mitra Raya 2 guna penimbunan lahan PT. Tri Sukses Jembartama seluas 4 hektar di samping sekolah Mondial Batam Centre.
Berdasarkan surat perjanjian tersebut, sebagai pihak pertama Direktur Utama PT. Armada Baru Cakrawala Tandrik Santoso telah menyepakati upah sebesar Rp118 ribu per lori. Karena diketahui lori yang digunakan oleh Rusli bukan miliknya melainkan milik perorangan.
Setelah disepakati besaran upah tersebut, Rusli melakukan penagihan per dua minggu guna membayar upah lori yang digunakan untuk menimbun lahan milik perusahaan tersebut.
“Awalnya tagihan perdua minggu lancar, nah pada saat penagihan terakhir di bulan Maret 2020 senilai Rp450 Juta mulai macet, dimana pihak pertama baru membayar Rp130 Juta dan masih terhutang kurang lebih Rp360 juta” ungkap Wan Darmayana Achmayu.
Belum adanya pembayaran dari pihak PT. Armada Baru Cakrawala, kontraktor kemudian memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya dan terus menagih upah tersebut sehingga terjadi kesepakatan bahwa pihak pertama tidak bisa membayar dengan alasan tidak ada uang.
Tiba-tiba, kuasa hukum pihak pertama datang memberikan surat peringatan somasi yang berujung gugatan prestasi di Pengadilan Negeri Batam.
“Semua lori digugat sebagai jaminan, akan tetapi gugatan tersebut mudah-mudahan semua tidak dikabulkan. Karena itu bukan punya pak Rusli tapi milik perorangan. Termasuk rumah milik pak rusli pun ikut sebagai jaminan padahal rumah itu tidak ada sangkut paut dengan pekerjaan ini,” ujar Wan Darmayana Achmayu.
Dijelaskan Darmayana, dalam gugatan tersebut, mereka (penggugat) mengajukan jaminan terhadap lori-lori yang bukan milik Rusli.
“Ini sudah menjadi persoalan baru. Namun ini tidak apa-apa, kita buktikan di Pengadilan Negeri Batam,” tegasnya.
Sesuai dengan agenda, dalam waktu dekat persidangan akan digelar dan akan dilaksanakan pemeriksaan saksi dari penggugat.
“Setelah itu, baru pemeriksaan saksi dari kita. Jadi karena sudah masuk dalam ranah persidangan kita selesaikan melalui Pengadilan Negeri Batam,” tambahnya.
Tak hanya itu, lebih anehnya lagi, saat hendak diwawancarai awak media, pihak PT Armada Baru Cakrawala enggan memberikan keterangan terkait permasalahan ini.
Pihak perusahaan justru menghindari wartawan saat akan ditemui di lokasi lahan yang dilakukan penimbunan. (Atok)









-
Batam2 hari ago
Tanggapi Instruksi Kapolri, Romo Paschal Minta Polda Kepri Serius Usut Trafficking di Batam
-
Batam2 hari ago
Kapolri Tekankan Keberlanjutan PSN Rempang Eco City, Dorong Stabilitas dan Percepatan Investasi di Kepri
-
Natuna2 hari ago
Jamin Kemudahan Investasi KEK, Cen Sui Lan Terima Kunjungan Investor Bangun Smelter Pasir Kuarsa di Natuna
-
Batam3 hari ago
Resmikan Gold Coast International Ferry Terminal Bengkong, Menko AHY: Untuk Perkuat Konektivitas
-
Headline2 hari ago
Kolaborasi Berkelanjutan Bersama PLN, Gubernur Ansar Resmikan Listrik 24 Jam di Pulau Parit Karimun
-
Batam2 hari ago
Kapolri Atensi Khusus Potensi Ancaman Penyelundupan PMI Ilegal melalui Pelabuhan Batam
-
Batam10 jam ago
Kepala BP Batam Tegaskan RSBP Batam Akan Berdiri Secara Mandiri
-
Parlemen19 jam ago
Ketua DPRD Kota Batam Pastikan Anggota Dewan Jalankan Fungsi Pengawasan sesuai Tupoksi