Connect with us

Kepri

Wakil Ketua I dan Ketua Komisi I DPRD Natuna Ikut Serta Melepas WNI usai Diobservasi di Hangar Lanud RSA

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

F38240640

Natuna, Kabarbatam.com– Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah dan Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Arismunandar ikut serta melakukan pelepasan 238 WNI yang selesai di observasi di Hanggar Lapangan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA), Sabtu, (15/2/2020) lalu.

Setelah menjalani masa observasi selama dua pekan, akhirnya semua WNI tersebut dinyatakan sehat dan siap dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Persiapan pemulangan terlihat dari pagi hari di Lanud RSA, apel kesiapan dan upacara penyerahan penghargaan kepada semua unsur yang terlibat didalam operasi bantuan kemanusiaan Natuna. Apel diikuti oleh unsur TNI, Polri, BPBD, dan Pemadam Kebakaran.

Dalam kesempatan tersebut Panglima Kogabwilhan I, Marsdya TNI Yudo Margono menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada semua yang terlibat dalam operasi kemanusiaan pemulangan WNI dari Wuhan dari mulai proses pemulangan, pelaksanaan observasi dan pemulangan yang akan dilaksanakan hari ini.

“Berkat loyalitas kita semua akhirnya operasi gabungan ini dapat kita laksanakan dengan baik,” ujarnya.

Setelah pelaksanaan apel dilanjutkan dengan penyambutan kedatangan Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Efendy, Menteri Kesehatan, Dr. Terawan, Kepala BNPB, Doni Munardo bersama rombongan yang baru saja datang di Lanud Raden Sadjad Natuna.

Rombongan disambut oleh Pangkogabwilhan I, Bupati Natuna, Unsur FKPD selanjutnya menuju ruang VIP Lanud RSA, setelah melakukan perbincangan rombongan menuju lapangan apel untuk makan siang.

Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah mengungkapkan rasa syukur atas rencana kepulangan 238 WNI ke daerah masing-masing, terlebih lagi kondisi mereka semua dalam keadaan sehat.

“Saya tentunya mengucapkan syukur atas proses observasi yang telah berakhir hari ini, setelah kita melewati hari yang sulit sebelumnya, namun itu semua tidak terlepas dari dinamika yang terjadi, dan saya bersyukur semuanya baik-baik saja,” ujar Daeng Ganda.

Daeng Ganda juga menyampaikan banyak hikmah yang dapat diambil dari kejadian yang terjadi, salah satunya kini pemerintah pusat memiliki perhatian lebih kepada Kabupaten Natuna, hal ini dibuktikan dengan berdatangannya pejabat-pejabat negara.

Semoga kedepan pemerintah pusat akan terus memberi perhatian lebih kepada Kabupaten Natuna,” terang Daeng Ganda.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Natuna, Wan Arismunandar yang dari awal ikut menyuarakan penolakan bersama-sama masyarakat atas dijadikannya Natuna sebagai lokasi observasi, memberikan tanggapan atas kepulangan WNI ke daerahnya masing-masing.

“Hari ini pemerintah sudah menyatakan bahwa saudara-saudara kita yang diobservasi siap dipulangkan dengan kondisi yang sehat, tentu saja kita harus mengapresiasi itu, makanya hari ini juga saya datang sebagai bukti bahwa kita konsisten dengan apa yang kita perjuangkan,” ujarnya.

Wan Aris berharap para WNI yang selesai di observasi semuanya selalu sehat, dan dapat menjalankan aktifitas selanjutnya, dan menjadikan Natuna sebagai kenangan mereka yang tidak akan pernah mereka lupakan.

“Sampaikan salam kami kepada keluarga dirumah,” tukas Wan Aris.

Dari awal memang DPRD Natuna selalu mewadahi semua aspirasi yang disuarakan masyarakat Natuna mengenai keberatan mereka dijadikannya Natuna sebagai lokasi observasi, bahkan dalam beberapa hari gedung DPRD penuh dengan masyarakat, tidak jarang diantara para anggota DPRD tersebut berada ditengah-tengah masyarakat, untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat tersampaikan.

Terlihat beberapa anggota DPRD ikut terjaga dalam beberapa aksi yang sampai larut malam, bahkan pagi-pagi mereka baru membubarkan diri bersama-sama masyarakat, hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa aksi masa yang dilakukan masih dalam batas kewajaran.

Setelah menjalani waktu hampir dua pekan, akhirnya ke 238 WNI tersebut dipulangkan ke Jakarta dengan menggunakan tiga buah pesawat TNI AU, untuk nantinya dipulangkan ke daerahnya masing-masing, tampak beberapa masyarakat Natuna ikut melepas kepergian saudara-saudara mereka yang selama 14 hari kebelakang berada di Kabupaten Natuna. (Fan)

Advertisement

Trending