Connect with us

Batam

Warga Batam, Rempang, dan Galang Sambut Hangat Pasar Murah AGP oleh Makmur Elok Graha

Published

on

Screenshot 20260207 000501 WhatsApp

Batam, Kabarbatam.com – Masyarakat di sejumlah wilayah Batam, Rempang dan Galang menyambut antusias kehadiran Program Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) yang kembali digelar oleh Makmur Elok Graha (MEG).

Kegiatan ini dimanfaatkan warga untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Pelaksanaan Pasar Murah Artha Graha Peduli menjangkau sejumlah titik di Batam, Rempang, dan Galang, antara lain Monggak, Sembulang, Rempang Cate, Dapur 3, hingga Galang Baru.

Screenshot 20260207 000508 WhatsApp

Sejak pagi, warga terlihat mendatangi lokasi kegiatan dan memanfaatkan kesempatan tersebut, mencerminkan tingginya respons positif masyarakat terhadap program ini.

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat di sejumlah wilayah Batam merasakan adanya perubahan harga kebutuhan pokok yang berdampak pada pengeluaran rumah tangga.

Kondisi ini dirasakan cukup berat, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi yang tetap harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

PIC Lapangan Pasar Murah Artha Graha Peduli dari Makmur Elok Graha, Raihan, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta melihat antusiasme dan respons warga di lapangan.

“Kami melihat langsung bagaimana masyarakat menyambut dan memanfaatkan kegiatan ini. Antusiasme warga menjadi pertimbangan utama kami untuk kembali menghadirkan Pasar Murah Artha Graha Peduli agar dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah situasi yang ada,” ujar Raihan.

Kehadiran kegiatan ini turut mendapat sambutan positif dari warga.

Screenshot 20260207 000525 WhatsApp

Aisyah, warga Rempang Cate, mengaku kehadiran Pasar Murah Artha Graha Peduli yang digelar oleh MEG memberi keringanan bagi keluarganya.

“Dengan adanya Pasar Murah Artha Graha Peduli dari MEG ini, kami merasa terbantu. Penghasilan kami terbatas, jadi kegiatan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Setidaknya beban yang kami rasakan jadi lebih ringan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yandi, warga Belongkeng, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sol sepatu.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak langsung bagi warga di tengah kondisi harga yang terus berubah.

“Biasanya kalau belanja kebutuhan dapur, pengeluarannya terasa berat. Dengan adanya pasar murah dari MEG ini, kebutuhan rumah tangga jadi lebih terbantu. Di tengah harga yang naik, kegiatan seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh kami,” katanya.

Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan ke depannya.

“Kami sebagai warga sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Semoga Pasar Murah Artha Graha Peduli bisa terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Respons positif juga datang dari warga Belongkeng dan Sembulang.

Ana, warga Belongkeng, mengaku kehadiran Pasar Murah Artha Graha Peduli yang digelar oleh MEG memberikan bantuan nyata bagi keluarganya.

Screenshot 20260207 001027 WhatsApp

“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami sebagai warga. Di tengah kebutuhan yang terus berjalan, adanya pasar murah membuat pengeluaran rumah tangga terasa lebih ringan. Kami merasa terbantu dengan kehadiran kegiatan ini,” ujar Ana.

Sementara itu, Izam, warga Sembulang, menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat di lingkungannya.

“Warga di sini menyambut kegiatan ini dengan antusias. Kehadiran pasar murah sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.

Program Pasar Murah Artha Graha Peduli ini dilaksanakan secara door to door guna memastikan kegiatan berjalan tepat sasaran dan memudahkan akses masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan penyuluhan kesehatan agar warga mendapatkan edukasi kesehatan dalam menunjang aktivitas sehari-hari. (*)

Advertisement

Trending