Connect with us

Kesehatan

Waspada, Klaster Covid Pasar Singapura, Menular Lewat Sayur dan Buah

Published

on

Foto Covid, Klaster Covid Pasar Singapura, Singapura

Kabarbatam.com Klaster Covid-19 muncul di pasar Bukit Merah View Market dan Hawker Center. Para ahli menengarai penularan terjadi karena pengunjung menyentuh sayur dan buah dengan tangan tanpa menggunakan sarung tangan.

Ada tiga alasan, yakni mereka tidak divaksinasi, tidak memakai masker dengan benar, dan cenderung menyentuh buah dan sayuran dengan tangan kosong. Alasan itu adalah temuan studi National Center for Infectious Diseases (NCID) di klaster pasar. Setidaknya ada total 94 kasus. Dan, 182 kios pasar ditutup selama dua minggu.

Klaster tersebut adalah yang terbesar di Singapura untuk beberapa waktu. Lalu klaster yang lebih kecil kemudian muncul di blok tetangga. Kementerian Kesehatan Singapura kemudian melakukan beberapa pengujian yang mencakup lebih dari 200 ribu penduduk.

“Sebagai bagian dari penelitian, para peneliti mewawancarai orang-orang yang terkena dampak penutupan pasar, termasuk pemilik kios dan pelanggan,” kata Direktur Unit Kesehatan dan Epidemiologi Masyarakat Nasional Ajun Associate Professor Matthias Toh.

Profesor Leo Yee Sin yang merupakan Direktur Eksekutif NCID menilai pengunjung pasar banyak didominasi oleh lansia. Lansia adalah kelompok rentan dalam pandemi ini. Secara alami, orang yang menghabiskan lebih sedikit waktu di pasar juga lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi.

“Jika Anda menghabiskan waktu lebih lama tentu saja kemungkinan terinfeksi akan lebih tinggi,” kata Prof Leo.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemilik kios kini diimbau mempertimbangkan untuk mengemas produk. Masyarakat diminta membawa hand sanitizer sendiri dan mencuci tangan sebelum menyentuh buah dan sayur.

“Setelah itu, mereka juga bisa membersihkan tangan lagi. Ini tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga melindungi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, mereka yang menggunakan masker non-medis yang dapat digunakan kembali, harus mencucinya secara teratur. Kebiasaan yang sama harus diterapkan di supermarket, dimana orang juga cenderung memilih produk segar.

“Barang-barang yang disentuh lebih banyak orang bisa menjadi sumber penularan,” kata para ahli.(*)

Advertisement

Trending