Connect with us

Riau

Kapolda Irjen Herry Heryawan Gandeng Forum Pemred Perkuat Sinergi Lawan Karhutla dan Narkoba di Riau

Published

on

IMG 20260510 WA0005
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bertemu dengan pimpinan media yang tergabung dalam Forum Pemred.

Pekanbaru, Kabarbatam.com – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bertemu dengan pimpinan media yang tergabung dalam Forum Pemred membahas berbagai persoalan terkait lingkungan hingga narkoba di Provinsi Riau.

Kapolda Herry Heryawan mengajak media sebagai mitra strategis memperkuat sinergi dalam mengatasi persoalan tersebut.

Pertemuan digelar di Mapolda Riau, Kamis (7/5/2026), yang dihadiri sejumlah pemred dari media nasional dan lokal termasuk Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), hingga Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Turut mendampingi Kapolda Riau, antara lain Dirlantas Polda Riau Kombes Jeki Rahmat Mustika, Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hermanto, dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

“Saya perlu menjelaskan apa yang terjadi di Provinsi Riau ini. Ada persentase masalah yang dominan, di mana yang paling tinggi adalah masalah yang berkaitan dengan lingkungan. Kedua, masalah yang terkait dengan narkoba, ini adalah salah satu yang paling besar,” kata Herry Heryawan.

Persoalan lainnya adalah terkait Bahan Bakar Minyak (BBM), yang mana Riau merupakan salah satu provinsi penghasil energi terbesar se-Indonesia. “30 persen minyak nasional berasal dari sini. Namun di sinilah letak paradoks kekayaan alam yang pernah saya sampaikan,” ucapnya.

Kapolda juga menyinggung sengketa tanah ulayat yang kerap menimbulkan konflik agraria di wilayah Provinsi Riau yang masih bersempena dengan kekayaan alam yang terkandung di Bumi Lancang Kuning.

Karhutla dan Super El Nino

Salah satu ancaman serius yang dihadapi Provinsi Riau adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi setiap tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2026 ini Riau dihadapkan dengan potensi karhutla di tengah ancaman fenomena Super El Nino yang menjadi siklus 30 tahunan.

“Upaya ini tidak bisa kita lakukan sendiri, karena leading sector bencana ada pada instansi lain. Namun, jika kita tidak membantu, dampaknya adalah isu keamanan. Asap yang muncul akan menyebabkan ISPA dan keresahan sosial, imbuhnya.

Menghadapi fenomena Super El Nino ini, Polda Riau menekankan pentingnya upaya preventif dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat, di samping upaya mitigasi dan kesiapan sarana dan prasarana. Terkait hal ini, Kapolda telah memberikan arahan kepada para kapolres untuk memastikan ketersediaan kanal dan embung.

“Masyarakat juga harus peduli, ini bukan tanggung jawab polisi saja. Ajak mereka memahami bahwa jika terjadi kebakaran, semua merugi. Lakukan door-to-door system*, ajak mereka menanam pohon di lingkungan rumah masing-masing,” katanya.

Kapolda juga meluncurkan semangat Green Policing, sebuah gerakan pencegahan berbasis komunitas. Ia mendorong Bhabinkamtibmas menjadi motor penggerak penghijauan dan mengajak perusahaan serta masyarakat peduli lingkungan melalui perlombaan Desa Bebas Api.

Narkoba dan Komitmen PTDH

Terkait peredaran narkoba, Kapolda Riau memberikan evaluasi keras terhadap jajaran yang angka pengungkapannya masih rendah. Ia juga menegaskan tidak ada toleransi bagi personel yang terlibat barang haram tersebut.

“Untuk personel yang melakukan pelanggaran narkoba, perintah saya jelas: langsung PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Kita harus bersih di dalam sebelum dipercaya masyarakat untuk membersihkan di luar,” ungkap Kapolda dengan nada bicara tegas.

Ia juga menyoroti kasus di Panipahan dan memerintahkan tindakan tegas agar memberikan efek jera, sekaligus mengaktifkan kembali “Kampung Tangguh Bebas Narkoba” di wilayah-wilayah rawan seperti Pulau Rupat dan perkebunan sawit.

Menutup sambutannya, Kapolda menyinggung dampak situasi ekonomi global terhadap harga bahan pokok dan BBM. Dengan nilai tukar dolar yang melonjak, ia memerintahkan jajaran untuk memonitor stok SPBU secara real-time melalui teknologi dan menindak tegas para penimbun BBM.

“Riau adalah basis energi nasional. Jangan sampai terjadi kelangkaan yang meresahkan masyarakat. Kita harus menjadi arsitektur keamanan yang mampu memprediksi gejolak sebelum terjadi,” pungkasnya. (dtc)

Advertisement

Trending