Batam
DPRD Kepri Terima Aspirasi Massa Buruh Menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja
Batam, Kabarbatam.com – Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) dan Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KEP SPSI) berunjuk rasa menolak UU Omnibus Law, di Gedung Graha Kepri, Kamis (22/10/2020) siang.
Perwakilan massa secara bergantian berorasi. Mereka menyatakan menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja karena dinilai tidak berpihak pada kepentingan kaum buruh dan pekerja.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, perwakilan pengunjuk rasa juga menyampaikan pernyataan sikap terkait penolakan omnibus law.
Beberapa alasan FSP LEM SPSI dan FSP KEP SPSI menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, diantaranya:
1. Mengarah kepada liberalisasi perburuhan Indonesia dan akan mempermudah terjadinya eksploitasi tenaga kerja.
2. Tidak berorientasi kepada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia dan Falsafah Hidup Bangsa Indonesia.

3. Akan memperburuk kondisi tenaga kerja Indonesia yang selama ini juga jauh dari kata sejahtera.
4. Akan memperburuk kondisi tenaga kerja Indonesia yang harmonis, dinamis dan berkeadilan yang akhirnya akan membuat investasi susah untuk berkembang.
5. Mendegradasi perlindungan dan kesejahteraan pekerja Indonesia.
Menanggapi segala bentuk pernyataan sikap yang disuarakan para buruh, mewakili DPRD Kepri, anggota DPRD Kepri Fraksi PKS Wahyu Wahyudin, S.E didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kepri, Mangara M Simarmata menerima segala pernyataan tersebut dan akan meneruskan ke Pemerintah Pusat.
“Kami akan menyurati DPR RI terkait aspirasi para buruh di Kepri dan akan mengantar langsung bersama Pemprov Kepri dan perwakilan salah satu buruh,” ungkap Wahyu Wahyudin.
Tak hanya itu, pihaknya berharap DPR RI dan Pemerintah Pusat dapat menerima segala keinginan buruh dan secepatnya dapat terealisasi.
“Saya berharap DPR RI dan Pemerintah Pusat mau menerima dan membahas keinginan para buruh Kepri. Semoga bisa terealisasi,” pungkasnya. (Atok)
-
Headline3 hari agoPasca Jabat Ketua DPD I Partai Golkar Kepri, Maruf Fokus di Dunia Usaha dan Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Batam3 hari agoPuluhan WNA Terjaring Operasi Gabungan Imigrasi Batam di Kawasan Opus Bay Marina
-
Headline2 hari agoYukk..Saksikan! Gubernur Ansar Jabarkan Strategi Bangun KPBPB Bintan dan Karimun Besok Pagi di MetroTV
-
Batam23 jam agoPenyelundupan 12 Ribu Batang Kayu Bakau ke Singapura Digagalkan Ditpolairud Polda Kepri
-
Batam2 hari agoPerbaikan Konstruksi Selesai, Jalan Vista Kembali Bisa Digunakan MasyarakatÂ
-
Batam3 hari agoMEG Dorong Kolaborasi Lingkungan dan UMKM dalam Peringatan Hari Bumi 2026 di Rempang
-
Batam2 hari agoPeringati Hari Bumi 2026, Amsakar: Jadikan Tanjung Banon Wilayah yang Sejuk dan Nyaman
-
Batam2 hari agoTriwulan I 2026, Investasi di Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen



