Natuna
Menuju Swasembada Pangan, Tahun Ini Natuna Lanjutkan Program Penyediaan Benih Padi
Natuna, Kabarbatam.com – Bupati Natuna Drs. H.A. Hamid Rizal, M.Si mengungkapkan bahwa Pemkab Natuna berkeinginan melakukan swasembada pangan, khususnya beras dan sayur-sayuran.
Untuk menuju ke arah sana, Bupati Hamid Rizal menyatakan, untuk sementara Pemkab Natuna akan menyiapkan Batubi sebagai daerah agraria, terutama sektor pertanian.
Penegasan itu disampaikan Bupati ketika menghadiri panen raya padi di Kecamatan Bunguran Batubi, belum lama ini.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, Marwan Syah Putra, S.PT menyambut baik rencana Pemkab Natuna yang melakukan swasembada pangan.
Marwan mengatakan bahwa, kondisi lahan tidur di Pulau Bunguran Besar bisa diolah menjadi lahan persawahan, lahan tersebut diantaranya yang ada di Kecamatan Bunguran Tengah, Bunguran Batubi, termasuk di Bunguran Utara.
“Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan. Sebab, saat ini kebutuhan pangan masyarakat di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah itu masih banyak dipasok dari luar daerah,” ungkap Marwan.
Ia mengatakan bahwa, sudah ada warga di Bunguran Tengah dan Batubi yang menanam padi. Hanya saja belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi lokal. “Artinya kita masih bergantung dengan pasokan pangan dari luar daerah,” ujar Marwan.
Di temui di ruang kerjanya di Kompleks Perkantoran Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Natuna, Selasa (6/4/2021) siang, Marwan mengatakan, penyediaan benih padi yang berkelanjutan tahun 2020 lalu, pada tahun ini kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, Marwan Syah Putra, S.PT.
Selain penyediakan benih, juga akan diadakan program Desa Mandiri Benih (DMD), yang dipusatkan di Kecamatan Bunguran Batubi.
“Dari hasil yang sudah didapat, untuk lahan seluas 10 hektar, Dinas Pertanian Natuna melalui petani, menghasilkan bibit benih padi mencapai 60 ton per tahun,” ujar Marwan.
Marwan menambahkan bahwa, hasil daripada bibit akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi agar ditindak lanjuti untuk uji kelayakan, apakah layak dijadikan benih atau tidak.
“Alhamdulillah kemarin dari 10 hektare yang kita tanam, menghasilkan 60 ton benih padi. Jika itu layak, maka bisa ditanam dilahan seluas 100 hektare lebih,” papar Marwan.
Adapun khusus di bidang pertanian padi, sejauh ini mulai ada peningkatan setiap tahunnya. Kendala yang dialami yaitu masih kekurangan jumlah petani penggarap sawah serta ketersediaan pupuk dan inspektisida.
Pada tahun 2021 ini, Dinas Pertanian Natuna berusaha mendatangkan pupuk subsidi. Hal itu sudah direalisasikan dan akan didatangkan dari Provinsi sebanyak 31 ton.
“Meskipun terbilang belum mencapai kapasitas yang dibutuhkan, dikarenakan kendala ongkos kirim, namun kita berharap agar penyediaan pupuk tesebut memberi keringanan ongkos kirim, supaya untuk kecamatan-kecamatan lain juga dapat terpenuhi,” paparnya. (Ifan)
-
Natuna2 hari agoPemkab Natuna Perketat Pengawasan Dana Desa, Dua Kades Diberhentikan Sementara
-
Batam1 hari agoKebakaran Hebat Landa Pusat Kuliner Mega Legenda, Warga Panik dan Berhamburan
-
Headline3 hari agoWarga Batam Kini Bisa Terbang Langsung ke Kuala Lumpur, Harga Mulai Rp899 Ribuan
-
Batam5 jam agoSidang Etik Internal Partai terhadap Mangihut Rajagukguk Rampung, Cak Nur: DPP PDI Perjuangan segera Beri Keputusan
-
Bintan2 hari agoDua Pekerja Terseret Arus di Perairan Pulau Poto Bintan: Satu Orang Meninggal, Satu Lainnya Dalam Pencarian
-
Batam2 hari agoOmbudsman Kepri Minta Pemerintah Ungkap Aktor Penyelundupan 1.897 Ton Beras Ilegal di Karimun
-
BP Batam1 hari agoBatam Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp69,30 Triliun
-
Batam16 jam agoBEM FISIP UMRAH Desak Pemerintah Tegas Awasi Tambang Ilegal di Karimun



