Connect with us

Headline

Maroko dan Sosialis

Published

on

img 20221212 155656
Robby Patria

Siapa yang menduga Maroko, bisa masuk semi final Piala Dunia 2022. Tak ada yang mengira. Bahkan Oxford University memprediksi dengan metode matematika Brazil lah yang juara. Tak ada nama Maroko di 16 besar. Maroko hanya ada di penyisihan 32 negara.

SUNGGUH di luar pikiran banyak orang Maroko akan melaju ke semifinal. Menumbangkan banyak negara yang memiliki pemain bintang dengan nilai tranfer lebih dari Rp1 triliun.

Maroko memiliki pemain seperti Achraf Hakimi, yang memiliki nilai tranfer lebih dari Rp600 miliar ketika dipindahkan dari Inter Milan ke PSG.

Kekuatan Hakimi di lini pertahanan membuat Maroko yang kebobolan satu gol sejak awal penyisihan.

Dan Hakim Ziyech yang bisa memberikan mimpi buruk bagi lawan. Ziyech, adalah pemain Chelsea. Tentu dia kalah tenar dari Cristiano Ronaldo ataupun Mbape di Prancis. Tapi Ziyech sangat berbahaya bagi pertahanan lawan.

Setidaknya ada lima pemain Maroko yang meremput di Eropa. Tentu jauh berbeda dengan Prancis maupun hampir semua lini pemainnya adalah pemain club utama Eropa.

Secara susunan pemain, tiga negara yang masuk empat besar itu unggul dari Maroko. Sehinga hampir setiap laga penting termasuk saat melawan Portugal, Maroko tidak diunggulkan.

Hanya saja, Maroko bisa membuktikan mereka adalah Singa Atlas yang bermain dengan keindahan dan kekompakan yang luar biasa. Serangan balik pemain Maroko selalu menyentuh lini pertahanan lawan.

Sehingga itulah yang membuat tim hebat seperti Belgia, Krosia, Portugal dan Spanyol tak mampu mengalahkan Maroko. Sisi pertahanan yang dijaga ketat bek Hakimi menjadikan Maroko hanya satu kebobolan.

Melawan Prancis di semifinal Piala Dunia banyak yang memprediksi Maroko akan kandas. Namun juga banyak yang berdoa Maroko mengalahkan juara bertahan itu.

Ya, hanya Maroko yang gagah perkasa yang main hanya satu gol selama Piala Dunia berlangsung.

Mbappe, akan diuji menembus pertahanan Maroko yang dijaga ketat oleh Hakimi dan kawan kawan dengan ketat. Belum ada yang bisa menjebol pertahanan Maroko selain dari gol bunuh diri. Artinya mereka memiliki tembok pertahanan yang kokoh.

Dan pertahanan Hakimi akan diuji ketajaman Mbappe, Antoine Griezmann dan Olivier Giroud. Tentu saja Hakimi sangat memahami permainan Mbappe yang tak lain adalah kawannya di PSG.

Sementara adu strategi antara pemain tengah Maroko Sofyan Amrabat dan Ziyech melawan gelandang Prancis yang dimotori pemain muda Real Madrid Aurelien Tchouameni akan berhadapan dengan Ziyech. Tentu saja Adrien Rabiot akan menemani Tchouameni.

Absennya Pogba mengurangi lini tengah Prancis. Duel antara gelandang serang ini akan menarik kita lihat pertandingan dua negara ini.

Sementara di lini depan Maroko yang masih menjagokan akan berhadapan dengan bek andalan Prancis yang bermain di Barcelona Jules Kounde. Jules biasanya akan Raphael Varane, Dayot Upamecano, seperti melawan Inggris.

Lagi lagi komposisi Prancis diisi pemain berkekas dunia. Namun Maroko memiliki semangat yang luar biasa disertai dengan doa-doa yang rutin dipanjatkan oleh ibu ibu dari pemain yang hadir langsung di lapangan.

Tapi ingat, tim yang bertabur bintang bukan tak mungkin akan kalah dengan tim seperti Maroko yang memiliki rasa sosialis yakni solidaritas tim yang kuat.

Karena Maroko bermain untuk satu sama lain sehingga kecemerlangan individu seringkali tunduk pada kebaikan bersama.

Sementara kelemahan tim yang bertabur bintang terkadang ingin menunjukkan kekuatan individu sehingga melupakan solidaritas tim. Inilah awal kekalahan tim yang bertabur bintang.

Maroko walaupun tidak banyak pemain bintang seperti Prancis, tapi mereka memiliki semangat sosialis yakni solidaritas bersama untuk kepentingan bersama sama pula.

Kita lihat apakah Mbappe bisa mengalahkan Ziyech atau sebaliknya?

Penulis: Robby Patria

Advertisement

Trending