Batam
Dewi Ansar Tinjau Lokasi Sterilisasi Produk UMKM Kepri di Batam Center
Batam, Kabarbatam.com – Setelah menerima kunjungan kerja dari Anggota DPRD Kabupaten Natuna, Ketua Komisi IV DPRD Kepri yang juga Ketua Dekranasda Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar dan rombongannya langsung bergegas ke Kawasan Industrial Estate Tunas 2, Batam Center, Senin (16/01) guna meninjau lokasi Sterilisasi Produk untuk UMKM.
Setibanya di sana, Dewi Ansar beserta rombongannya disuguhi berbagai makanan dan minuman yang sudah disterilisasi selama masa percobaan 7 hari.
Berbagai makanan dan minuman yang disuguhi seperti Ikan Asam Pedas, Rawon, Nasi Goreng dan Teh Tarik. Dewi Ansar pun menikmati makanan tersebut karena produk tersebut tidak memakai bahan pengawet dan hasil sterilisasi tidak mengubah rasa dan teksturnya.

Sekedar informasi, nantinya di gedung sterilisasi ini direncanakan akan dijadikan destinasi industri seperti kunjungan edukasi, magang dan bekerjasama dengan banyak pihak untuk bisa sekaligus mensosialisasikan dan mengedukasikan produk unggulan Provinsi Kepri khususnya makanan dan minuman kuliner berbahan baku laut yang berorientasi ekspor yang diproduksi tanpa bahan pengawet dalam kemasan kaleng dan pouch yang bisa bertahan diatas 2 tahun.
“Saya sangat senang karena ini adalah suatu inovasi yang meningkatkan nilai tambah dari daya saing produk unggulan Provinsi Kepri,” ujar Dewi Ansar.
Setelah menjajal hasil produk sterilisasi, Dewi Ansar langsung diajak melihat langsung tahapan demi tahapan tentang proses sterilisasi. Ia berharap mudah-mudahan dengan adanya Sterilisasi ini para UMKM dapat lebih semangat lagi dalam memproduksi produk-produk unggulan Provinsi Kepri.
“Insyaallah dengan adanya strelisasi produk ini UMKM Kepri bisa naik kelas dan mudah-mudahan dengan strelisasi produk ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kepri,” harapnya.

Dewi Ansar juga menjelaskan lebih lanjut bahwa lebih dari 90% pelaku usaha pangan ialah UMKM. Sementara pangan itu adalah industri unggulan Indonesia untuk merespon kebutuhan masyarakat baik dalam maupun untuk potensi ekspor.
“Karena itu, Dekranasda Kepri bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri sudah menggulirkan program lintas sektor terpadu UMKM seperti sterilisasi produk ini,” tuturnya.
Terakhir, Dewi Ansar mengatakan salah satu kesulitan dari pelaku usaha UMKM di Kepri ialah mengadakan sendiri teknologi untuk sterilisasi komersil di dalam kaleng terutama pangan-pangan yang sifatnya spesifik lokal komersil seperti Ikan Asam Pedas dan Rawon.
“Tidak semua pelaku usaha mempunyai kemampuan teknologi, belum lagi terbatasnya investasi. Pemerintah dalam hal ini harus mempunyai keberpihakan untuk mendorong UMKM pangan ini agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan komitmen dalam menjamin keamanan dan mutu produk yang dihasilkan agar bisa diekspor,” jelasnya. (ky)
-
Headline3 hari agoBegini Jawaban Tempo Merespons Aspirasi Partai NasDem atas Judul Cover Majalah
-
Batam2 hari agoIpda Supriadi Alias Joker, Polisi Humanis, Energik, dan Dekat dengan Insan Pers Berpulang
-
Headline3 hari agoPietra Paloh Respons Cover Majalah Tempo, Tekankan Prinsip Akurasi, Verifikasi dan Keberimbangan
-
Batam3 hari agoKapolda: Kasus Kematian Bripda NS Tidak Akan Ditolerir, Jika Terbukti Pelaku PTDH dan Dipidana
-
Natuna13 jam agoBAZNAS dan KPDN Natuna Salurkan Bantuan untuk Korban Kecelakaan Perahu di Subi
-
Headline2 hari agoWabup Jarmin: Fokus Pelunasan Utang, Program Prioritas Natuna Tetap Berjalan
-
Ekonomi3 hari agoHPM Turun Dinilai Belum Cukup, HIPKI: Beban Pengusaha Masih Berat karena BBM Industri Melonjak
-
Headline2 hari agoJNJ Specialist Dental Centre Raih Status Invisalign Diamond Elite Provider, Tingkat Tertinggi dengan Pengalaman Kasus Terbanyak di Indonesia



