Kepri
Dalami Dugaan Korupsi di BUMD Kepri, Kejati Periksa Huzrin Hood sebagai Saksi
Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau mendalami kasus dugaan korupsi terhadap direksi di BUMD Kepri, tepatnya di PT Pelabuhan Kepri.
Kejati melayangkan panggilan kepada Huzrin Hood selaku direktur di perusahaan itu untuk dimintai keterangannya terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap direksi di perusahaan yang dipimpinnya.
Huzrin Hood dipanggil jaksa penyidik, Rabu (8/9/2021). “Dimintai keterangan sehubungan dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi terhadap direksi BUMD PT Pelabuhan Kepulauan Riau,” tulis surat yang dilayangkan Kejati Kepri kepada Huzrin Hood.
Dugaan korupsi di PT Pelabuhan Kepri, perusahaan milik BUMD Provinsi Kepri diduga melakukan tindak pidana korupsi yang berpotensi merugikan uang negara sebesar Rp 3,4 miliar.
Adapun indikasi korupsi tersebut terkait pelaksanaan kerjasama PT Pelabuhan Kepri dalam operasional MV Lintas Kepri dengan PT Prima Buana Indah tanpa melalui proses pengadaan barang dan jasa.
Pembagian keuntungan antara PT Pelabuhan Kepri dengan PT. Prima Buana Indah tidak didukung dasar perhitungan yang dituangkan dalam bentuk dokumen. Perhitungan hanya berdasarkan perkiraan yang tidak rinci dimana pembahasan dan kesepakatan hanya diwakili direktur utama PT Pelabuhan Kepri.
Dugaan kejanggalan lain dalam kasus tersebut, yaitu; PT Pelabuhan Kepri membuka rekening baru menampung bagi hasil kerjasama operasional kapal MV Lintas Kepri dengan PT Prima Buana Indah.
Kemudian hasil pengoperasian kapal MV Lintas Kepri oleh PT Pelabuhan Kepri bersama PT Prima Buana Indah dari bulan Juni 2017 hingga 31 Desember 2019 sebesar Rp3.414 982 658 masih belum disetorkan ke kas daerah.
Huzrin Hood, yang juga mantan Bupati Kepri, itu tiba di Kantor Kejati Kepri sekitar pukul 12.54 WIB dengan memakai Baju Batik Cokelat. Terkait pemeriksaannya sebagai saksi, Huzrin diminta bertemu dengan Kasi C Bidang Intelijen Kejati Kepri.
Datang bersamaan dengan Kepala Bidang Kepelabuhanan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Aziz Kasim Djou yang memaki baju putih bercorak merah. Selanjutnya menuju ke ruang pemeriksaan jaksa penyidik Kejati Kepri. (*)
-
Batam2 hari agoPenyelundupan 12 Ribu Batang Kayu Bakau ke Singapura Digagalkan Ditpolairud Polda Kepri
-
Batam3 hari agoPerbaikan Konstruksi Selesai, Jalan Vista Kembali Bisa Digunakan MasyarakatÂ
-
Batam3 hari agoTriwulan I 2026, Investasi di Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen
-
Bintan3 hari agoBupati Roby Ekspose Kesiapan Implementasi Manajemen Talenta ASN di BKN RI
-
Batam1 hari agoPengurus AMSI Kepri 2025–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Media Digital Berkualitas
-
Batam2 hari agoAdy Indra Pawennari: KJK Wadah Komunitas, Tidak Ada Dualisme Loyalitas
-
Batam2 hari agoAmsakar – Li Claudia Tekankan Akuntabilitas Dana Hibah, KONI Batam Targetkan Juara Umum Porprov 2026
-
Batam2 hari agoAmsakar – Li Claudia Tekankan Akuntabilitas Dana Hibah, KONI Batam Targetkan Juara Umum Porprov 2026



