Connect with us

Bintan

Dua Pekerja Terseret Arus di Perairan Pulau Poto Bintan: Satu Orang Meninggal, Satu Lainnya Dalam Pencarian

Published

on

IMG 20260119 WA0286
Tim Rescue KPP Tanjungpinang yang berjumlah empat personil telah diberangkatkan menuju Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) menggunakan Rescue Car Type II, perahu karet, dan mesin tempel (mopel).

Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Tanjungpinang tengah melakukan operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia yang menimpa dua orang pekerja di perairan Pulau Poto, tepatnya di depan PT. BAI, Kabupaten Bintan.

Peristiwa naas ini dilaporkan terjadi pada Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 14.10 WIB, saat para korban sedang berenang di sekitar area ponton pengeboran milik PT. Shandong Geologi Eksplorasi.

Kejadian bermula saat korban atas nama Malik terseret arus kuat dan berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, dua rekan korban, Ranggi dan Reza Ade Jumawar (27), segera melompat ke laut untuk memberikan bantuan.

Namun nahas, keduanya justru ikut terbawa arus yang sangat deras. Ranggi berhasil menyelamatkan diri ke atas ponton dan segera meminta bantuan kepada karyawan lain di sekitar lokasi, namun dua rekannya tidak dapat segera dievakuasi.

Dalam upaya pencarian awal di lokasi kejadian, korban atas nama Reza Ade Jumawar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban merupakan warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur.

Sementara itu, satu korban lainnya bernama Malik, warga Ganet, Kota Tanjungpinang, hingga saat ini dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim sar gabungan.

Pihak KPP Tanjungpinang sendiri baru menerima informasi resmi dari Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun, pada pukul 19.00 WIB.

Menanggapi laporan tersebut, tim rescue segera melakukan koordinasi intensif dengan Polsek Bintan, Polair Bintan, dan Pos AL Kijang untuk memvalidasi kronologi dan titik koordinat kejadian yang berada pada posisi 0∘53 ′32.1″N−104∘40′23.3″E.

Tepat pada pukul 19.15 WIB, Tim Rescue KPP Tanjungpinang yang berjumlah empat personil telah diberangkatkan menuju Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) menggunakan Rescue Car Type II, perahu karet, dan mesin tempel (mopel). Jarak lokasi kejadian berkisar 11,15 NM dari kantor SAR Tanjungpinang.

Tim akan memfokuskan pencarian pada penyisiran permukaan di sekitar perairan Pulau Poto guna menemukan keberadaan korban Malik. (*)

Advertisement

Trending