Connect with us

Batam

Kadin Batam Bentuk Tim Pariwisata Batam untuk Perjuangkan Visa on Arrival

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20231205 154157
Kadin Batam bersama Tim Pariwisata Batam yang terdiri dari berbagai stakeholder pelaku Pariwisata Batam, setelah berdiskusi beberapa kali, bersepakat untuk melakukan audiensi dengan Dirjen Imigrasi Pusat Silmy Karim, Senin 4 Desember 2023, di Jakarta.

Batam, Kabarbatam.com – Pemberlakuan Visa on Arrival terhadap wisatawan mancanegara telah lama menjadi momok yang memberatkan para turis yang punya niat menyambangi Batam,

Banyak para pelaku industri pariwisata yang sudah sejak lama mengeluhkan persoalan ini. Pasca berakhirnya badai covid – 19 yang hampir 3 tahun menghantam berbagai sendi ekonomi, termasuk sektor pariwisata.

Semua berharap pemulihan segera bisa direalisasikan dengan berbagai treatment baru terhadap industri ini. Namun spirit kebangkitan pariwisata ini sepertinya kontraproduktif terhadap berbagai fakta yang terjadi di lapangan.

Img 20231205 154225

Hari ini Industri Pariwisata Batam terpukul dengan meroketnya harga tiket Ferry Penyebrangan Batam-Singapura, dan Batam- Johor Malaysia. kondisi ini semakin diperparah lagi dengan pemberlakuan Visa on Arrival dengan besaran 500 ribu rupiah sekali kunjungan ke Batam untuk berbagai Turis mancanegara, yang banyak stay di negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Berangkat dari persoalan besar ini Kadin Batam bersama Tim Pariwisata Batam yang terdiri dari berbagai stakeholder pelaku Pariwisata Batam, setelah berdiskusi beberapa kali, bersepakat untuk melakukan audiensi dengan Dirjen Imigrasi Pusat Silmy Karim, Senin 4 Desember 2023, di Jakarta.

Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyuarakan secara langsung kegelisahan para pelaku Industri Pariwisata yang ada di Batam Kepulauan Riau.

Img 20231205 154248

Para Delegasi yang berangkat untuk beraudiensi dan berdiskusi ini adalah representasi dari berbagai sektor Industri Pariwasata Batam, seperti Jasa Tour and Travel, Industri Golf, Pusat Belanja dan Mall, Industri Hotel dan Restoran, Pramu Wisata dan laainnyaa.

Rombongan Tim Pariwisata ini dipimpin langsung oleh Ketua Kadin Batam yang sekaligus menjadi Ketua Tim Pariwasata Batam Jadi Rajagukguk.

“Kesempatan ini telah lama kita nantikan, Pertemuan membahas persoalan ini telah kita mulai sejak 30 Januari 2023, dimana para pelaku industri Pariwisata yang ada di Batam datang ke Kadin Batam, memperbincangkan permasalahan yang mereka hadapi. Dan setelah berjuang berulang kali di daerah dengan melakukan berbagai pertemuan, dengan pihak pemerintah daerah di Batam dan Kepri, hingga hari ini belum ada solusi kongkrit atas tarif VoA ini,” kata Jadi Rajaagukguk.

Maka kali ini kami datang langsung untuk bertemu dengan Dirjen Imigrasi Pusat, berharap dapat berdiskusi konstruktif sekaligus mencari solusi terbaik untuk memajukan Industri Pariwisata Batam ujar Ketua Kadin Batam yang juga merupakan Ketua DPW Partai Perindo ini.

Pariwisata adalah salah satu sendi kehidupan ekonomi di Batam, Kadin Batam malah pernah mencanangkan Tahun Pariwisata sejak tahun 2018-2019 di Batam. Kota ini menempati urutan ke 3 kunjungan wisatawan setelah Jakarta dan Bali.

“Namun sejak diberlakukannya VoA, kunjungan turis mancanegara ke Batam¬† jauh sangat berkurang. Mereka lebih memilih alternatif ke Johor Malaysia dan Thailand ataupun Vietnam. Karena menganggap biaya ke Batam itu mahal.”

“Kali ini kami datang langsung dengan sebuah harapan agar Batam mendapatkan perhatian khusus akan permasalahan krusial ini, ” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Ms. Khong selaku pihak Tour and Travel yang concern membawa rombongan wisatawan dari Korea ke Batam selama ini.

“Dulu kunjungan wisatawan Korea bisa 10 kali lipat dari yang ada saat ini. Maka kita berharap segera ada terobosan baru memulihkan Iklim Pariwisata ini, ” ujarnya.

Dirjen Imigrasi Silmy Karim dalam kesempatan pertemuan kali ini juga menyampaikan Bahwa Dirjen Imigrasi sudah menyampaikan surat ke Kementrian Keuangan perihal upaya penurunan tarif VoA agar turun sebesar 50 persen yakni menjadi 250 ribu rupiah..

Semoga awal tahun depan sudah ada keputusan terbaik yang bisa membuat kita tersenyum bahagia. ‘Kita berjuang bersama mewujudkan kota Batam yang ramah dan murah bagi wisatawan namun tidak murahan. Agar perekonomian Batam semakin maju dimasa depan, ” tutupnya. (*)

Advertisement

Nasional

Trending