Connect with us

Batam

Literasi Digital Kominfo 2021, Abdurrahman: Berita Palsu Banyak Berseliweran, Ini Cara Mengidentifikasinya

Published

on

Foto Kominfo, literasi digital, media sosial

Batam, Kabarbatam.com Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk meng edukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital.

Narasumber Widya Rastika (Managing Director Lowell dan Riley Strategic Communication Consulting), menjabarkan model bisnis di era digital, antara lain menemukan model bisnis yang berkelanjutan, pastikan terdapat nilai bisnis di dalamnya, melihat peluang diluar saluran komunikasi standard, mencampur atau menggabungkan bisnis model, selalu perhatikan “End User”, hubungan yang permanen, serta pengelolaan “Big Data”.

Metode bisnis digital dapat dilakukan, dengan cara menggunakan Google AdSense, menggunakan Infolinks, membuat & menjual produk digital sendiri, menjual ruang iklan, kemitraan YouTube, artikel bersponsor, konten premium & membership subscription, donasi, membuat event secara online, membuat event offline, membuat private forum, serta afiliasi pemasaran.

Tren pekerjaan yang banyak dicari tahun 2025, meliputi pemikiran analitis dan inovasi, strategi belajar dan belajar aktif, pemecahan masalah yang kompleks, kreativitas, orisinalitas, dan inisiatif, kecerdasan emosional, orientasi layanan, desaian dan pemrogaraman teknologi, serta kepemimpinan dan pengaruh sosial.

Dilanjutkan Edi Purwanto (Pegiat Literasi Informasi Digital) menjelaskan password atau kata sandi adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh pengguna jaringan atau sebuah sistem operasi yang mendukung banyak pengguna atau multiuser untuk memverifikasi identitas dirinya kepada sistem keamanan yang dimiliki oleh jaringan atau sistem tersebut.

PIN adalah kode akses yang digunakan untuk melakukan transaksi atau masuk dalam aplikasi tertentu.OTP atau Kode verifikasi sekali pakai yang terdiri dari 6 digit karakter (seringkali angka) unik dan rahasia yang umumnya dikirimkan melalui SMS atau e-mail. Setiap kode yang dikirimkan ini umumnya hanya berlaku selama lima menit. Autentikasi dua faktor merupakan sebuah fitur kemanan akun online di mana anda akan melakukan verifikasi identitas sebanyak dua kali.

Cara mengamankan PIN, antara lain gunakan nomor acak yang dihafal dan susah ditebak, cek kembali dan ambil kartu kredit, selalu cek log-out, serta ganti secara berkala PIN. Tips membuat password yang kuat, antara lain tidak menggunakan informasi pribadi, gunakan password yang panjang, tidak memakai password yang sama untuk semua akun.

Tips melindungi OTP agar tetap aman, mencakup tidak mudah percaya dengan nomor asing, tidak memberikan kode OTP kepada siapapun, rutin mengganti password dan PIN, aktif mengecek aktivitas di aplikasi, serta tidak memberikan akses nomor telepon kepada orang yang tidak dipercaya. Fungsi autentikasi dua faktor ialah untuk memberikan keamanan ganda terhadap akun yang terdapat di layanan-layanan online.

Sementara untuk sesi budaya digital narasumber yakni Slamet Munawar membahas komunitas merupakan suatu kelompok yang terdiri dari berbagai individu yang memiliki kesamaan atau kemiripan ciri, minat, aktivitas, bahkan profesi dalam suatu lingkup tertentu.

Arti dan makna komunitas akademik adalah sebuah perkumpulan atau sejenis organisasi yang berada dan melakukan aktivitasnya di lingkungan sekolah atau di lingkungan perguruan. Kerja nyata komunitas akademis, meliputi mensosialisasikan budaya internet sehat di komunitas dan mensosialisasikan pentingnya literasi digital di komunitas.

Tips berinternet sehat dan aman, dengan cara tempatkan internet di ruang terbuka, tidak menanggapi email dari orang yang tidak dikenal, manfaatkan internet untuk kepentingan belajar, gunakan browser khusus untuk proteksi, tidak menanggapi ajakan untuk pertemuan langsung, serta tidak memberikan data pribadi dan keluarga.

Narasumber terakhir  Abdurrahman A. Hunalapa (Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Al-Aziz Batam) menjelaskan berita palsu atau hoax masih banyak berseliweran di media online dan media sosial seperti Facebook, Instagram, maupun Twitter.

Celakanya, sebagian masyarakat menyakini berita tersebut sebagai sebuah kebenaran, bahkan tidak sedikit yang kemudian membagikannya ke pengguna lain. Untuk mengurangi penyebaran berita palsu ini, Facebook telah menggunakan teknologi, tim peninjauan konten, serta melakukan berbagai rangkaian program edukasi seputar literasi berita.

Berikut ini beberapa tips untuk mengidentifikasi berita palsu yang beredar di media online dan media sosial, antara lain bersikap skeptis terhadap judul, perhatikan baik-baik URLnya, selidiki sumbernya, perhatikan format yang tidak biasa, cek fotonya, periksa tanggalnya, periksa buktinya, lihat laporan lainnya, serta beberapa berita dipalsukan dengan sengaja. Tips sederhana dari pakar agar tidak terjebak hoaks, meliputi mencari sumber asli, mencari kebenaran seutuhnya, serta informasi datang dari sumber terpercaya.

Gubernur Provinsi Aceh yaitu Ir. Nova Iriansyah, M.T, memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.(*)

Advertisement

Trending