Connect with us

Headline

Melalui Program Padat Karya, Bandara RHA Karimun Berdayakan Masyarakat di Tengah Pandemi

Published

on

Foto Bandara RHA Karimun, Berdayakan warga, karimun, Pemberdayaan masyarakat, Pemberdayaan pemuda karimun
Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau memberdayakan puluhan warga sekitar melalui program Padat Karya tahun 2021, Senin (22/2/2021).

Karimun, Kabarbatam.com – Tidak dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 telah memukul mundur perekonomian di Indonesia di segala bidang.

Dampak paling besar yang diberikan oleh pandemi tersebut salah satunya adalah bertambahnya angka pengangguran akibat maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menanggapi hal itu, Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau memberdayakan puluhan warga sekitar melalui program Padat Karya tahun 2021, Senin (22/2/2021).

Kepala Bandara Raja Haji Abdullah Fanani Zuhri mengatakan, Padat Karya merupakan program dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan.

Foto Bandara RHA Karimun, Berdayakan warga, karimun, Pemberdayaan masyarakat, Pemberdayaan pemuda karimun

“Padat karya ini sudah tahun kedua kita laksanakan, yang bertujuan untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19. Program ini sendiri diluncurkan sejak perekonomian masyarakat lesu sejak Pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia,” ujar Fanani.

Fanani menyebutkan, sasaran program padat karya adalah puluhan warga sekitar Bandara RHA Karimun yang kehilangan pekerjaannya atau warga tidak mampu yang terkena dampak langsung pandemi Covid-19.

“Sebanyak 30 orang yang mengikuti program padat karya ini dari hasil koordinasi kita bersama pihak Kecamatan,” katanya.

Fanani menjelaskan, kegiatan program padat karya merupakan bentuk kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat setempat sebagai penerima manfaat langsung dengan adanya Bandara.

Selain itu, kata dia, program padat karya ini merupakan upaya Ditjen Perhubungan Udara dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal.

Program padat karya ini dijadwalkan akan berlangsung dua minggu dengan sasaran pekerjaan pembersihan wilayah bandara atau pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian.

“Program ini 3 kali dalam setahun, nanti sebelum pada April dan Agustus selanjutnya,” ucap Fanani. (Yogi)

Advertisement

Trending