Headline
Miris, Emak Emak Harus Merangkak Naik Kapal Pelni di Pulau Subi, Natuna
Natuna, Kabarbatam.com – Miris, begitulah gambaran penumpang kapal Pelni yang naik maupun turun di pelabuhan pulau Subi, Kabupaten Natuna. Terutama emak emak dan anak anak, harus merangkak saat menaiki tangga pelabuhan.
Kondisi ini sudah sejak lama berlangsung, tanpa ada perhatian dari pihak terkait, padahal digunakan untuk pelabuhan penumpang.
Penumpang kapal harus berjalan di titian anak tangga yang tidak ‘ramah’, yang dibentang seperti jembatan titian. Lengah sedikit, bakal terjatuh ke laut atau tersangkut.
Santi, seorang penumpang kapal perintis mengaku, cemas saat turun ataupun naik ke kapal ketika lewati titian tangga tersebut. Bahkan beberapa emak emak harus dituntun agar aman melewati anak tangga.
Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Allazi membenarkan, hanya di pelabuhan pulau Subi belum tersedia fasilitas tangga penyeberangan penumpang.
“Ya perlu kita rancang nanti, sejauh ini tangga penyeberangan yang sudah tersedia itu di pelabuhan pulau Serasan dan Midai. Di pulau Subi memang belum tersedia, karena disinggahi kapal perintis dan kapal RoRo, tidak begitu tinggi dari pelabuhan” akunya. (Man)
-
Headline3 hari agoBegini Jawaban Tempo Merespons Aspirasi Partai NasDem atas Judul Cover Majalah
-
Batam2 hari agoIpda Supriadi Alias Joker, Polisi Humanis, Energik, dan Dekat dengan Insan Pers Berpulang
-
Natuna16 jam agoBAZNAS dan KPDN Natuna Salurkan Bantuan untuk Korban Kecelakaan Perahu di Subi
-
Headline2 hari agoWabup Jarmin: Fokus Pelunasan Utang, Program Prioritas Natuna Tetap Berjalan
-
Ekonomi3 hari agoHPM Turun Dinilai Belum Cukup, HIPKI: Beban Pengusaha Masih Berat karena BBM Industri Melonjak
-
Headline3 hari agoJNJ Specialist Dental Centre Raih Status Invisalign Diamond Elite Provider, Tingkat Tertinggi dengan Pengalaman Kasus Terbanyak di Indonesia
-
Bintan2 hari agoKKSS Bintan Gerak Cepat Tangani Lansia Bugis Terlantar, KKSS Kepri dan Dinsos Bintan Turut Support
-
Ekonomi3 hari agoHKI Perkuat Ekspansi Global untuk Dorong Arus Investasi ke Kawasan Industri Nasional



